BNN Ungkap Cara Ibrahim Hongkong Kirim Narkoba Dari Malaysia

21/08/2018, 22:35 WIB | Editor: Budi Warsito
Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Irjen Arman Depari (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia, Irjen Arman Depari membeberkan bagaimana cara yang dilakukan jaringan internasional menyelundupkan narkotika dari luar negeri.

Arman mencontohkan, kasus teranyar yang menjerat Anggota DPRD Langkat Fraksi Nasdem, Ibrahim Hasan alias Ibrahim Hongkong, 45. Tersangka, merupakan bandar besar yang mendapat pasokan barang haram itu.

Dijelaskan Arman  bahwa, Ibrahim dan anak buahnya masih menggunakan modus lama. Pengiriman narkoba dilakukan lewat jalur laut.

"Sindikat internasional akan mengatur pengiriman dari Pulau Pinang, Malaysia. Selanjutnya narkoba dibawa menggunakan perahu cepat," kata Arman di Kota Medan, Selasa (21/8).

Setelah di bawa ke laut, kurir dari Malaysia akan menemui kurir dari Indonesia di titik tertentu. Narkotika itu kemudian dipindahkan ke kapal kurir Indonesia.

"Kurir Indonesia menyamar menggunakan perahu nelayan untuk mengelabui petugas," ujarnya.

Rencananya, anak buah Ibrahim akan membawa barang itu ke sebuah gudang yang sudah dipersiapkan. Selanjutnya, narkoba akan disebar mulai dari Aceh, Medan dan Jakarta.

Kata Arman, yang paling banyak memesan dari Jakarta dan Medan. "Ini kejahatan serius. Hukumannya berat hingga mati. Tapi mereka tidak takut. Yang mereka takut kalau barangnya tidak laku,"  ujarnya.

Untuk kasus Ibrahim, BNN akan menyelidiki hingga Tidak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Mengingat barang bukti yang disita cukup fantastis.

Pengungkapan kali ini tidak dipungkiri Arman berkat kerjasama dengan otoritas di Malaysia. Dalam penangkapan yang dilakukan terhadap jaringan Ibrahim Hasan, petugas Gabungan menyita total barang bukti 105 Kilogram (sebelumnya 150 kg) sabu-sabu dan 30 ribu butir pil ekstasi berwarna biru.

Arman menyebutkan, pengungkapan bandar besar ini adalah rangkaian penindakan di tiga lokasi berbeda. Ketiga lokasi itu yakni di kapal di perairan Aceh Timur, Pangkalan Susu, dan Pangkalan Brandan pada Minggu (19/8) dan Senin (20/8). Kabarnya petugas menangkap hingga 11 orang termasuk Ibrahim.

NasDem juga sudah mengambil langkah. Ibrahim dipecat dari DPRD Langkat dan sebagai kader. NasDem juga mendorong kepolisian mengungkap kasus kadeenya itu. Mereka meminta Ibrahim dihukum seberat-beratnya. 

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi