alexametrics

Tatang Istiawan Tiga Kali Diperiksa, Termasuk untuk Mantan Bupati

21 Juli 2019, 17:01:09 WIB

JawaPos.com – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Trenggalek memperkirakan Tatang Istiawan Witjaksono (TI) alias Dr H Istiawan, bos media di Surabaya, diduga bersalah dalam dugaan kasus korupsi penyimpangan penyertaan modal usaha percetakan dalam perusahaan daerah aneka usaha (PDAU) Trenggalek. Itu terjadi setelah pria yang dulu menjabat direktur utama (Dirut) PT Bangkit Grafika Sejahtera (BGS) tersebut menjalani serangkaian pemeriksaan.

Sebelumnya, TI menjalani dua kali pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka Soeharto (S), mantan bupati Trenggalek. Selanjutnya, berdasar bukti-bukti dan keterangan saksi lain, TI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

’’Setelah kami tetapkan sebagai tersangka kemarin (Kamis, 18/7, Red) sebelum ditahan merupakan pemeriksaan ketiga,’’ ungkap Kepala Kejari Trenggalek Lulus Mustofa.

Dia melanjutkan, selama pemeriksaan, tersangka cukup kooperatif. Dibuktikan pada hari itu, TI selalu memenuhi panggilan dan datang sendiri. Kendalanya, TI terlambat karena kedatangannya berbeda jam dari waktu yang dijadwalkan penyidik kejaksaan.

’’Seperti pemanggilan yang terakhir kemarin (Kamis, 18/7, Red. TI dijadwalkan diperiksa pukul 08.30, tapi dia tiba sekitar pukul 11.30,’’ kata Lulus.

Dengan demikian, TI baru sekali diperiksa sebagai tersangka dalam dugaan kasus tersebut. Sebab, untuk pemanggilan terakhir, ada dua agenda pemeriksaan. Yaitu, TI sebagai saksi untuk tersangka S dan sebagai tersangka.

Dengan berbagai pertimbangan, termasuk saran dari tim dokter yang menyatakan bahwa kondisi TI sudah membaik dan tidak perlu dirawat, maka kejaksaan langsung menahannya dan menitipkannya ke Rutan Kelas II-B Trenggalek.

’’Seluruh proses hukum sebelum dilakukan penahanan telah kami lakukan. Seperti tersangka yang lain, penahanan ini dilakukan untuk penyidikan selanjutnya,’’ jelas Lulus.

Sebagaimana diberitakan, kasus penyertaan modal PT BGS yang dibentuk atas kerja sama PDAU Trenggalek dengan PT Surabaya Sore masih berlanjut. Buktinya, Kamis (18/7), Kejari Trenggalek memanggil TI yang dulu menjadi pemilik PT Surabaya Sore dan Dirut PT BGS. Berdasar informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, TI tiba di Kejari Trenggalek sekitar pukul 11.30. Setelah itu, yang bersangkutan langsung diperiksa penyidik dari kejaksaan secara maraton hingga sekitar pukul 20.40.

Pemeriksaan tersebut dilakukan karena saat itu TI menjalani dua pemeriksaan. Pertama, sebagai saksi terkait tersangka S yang merupakan mantan bupati Trenggalek yang ditahan pada Mei. Kedua, sebagai tersangka kasus korupsi penyimpangan penyertaan modal dalam usaha percetakan pada PDAU Trenggalek.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan tes kesehatan, akhirnya TI ditahan kejari untuk penyidikan selanjutnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : jaz/and/c13/diq



Close Ads