alexametrics

Konsep Smart Home Diprediksi Menjadi Tren

21 Juli 2018, 14:56:10 WIB

JawaPos.com – Google Developer Group Surabaya (GDGS) menggelar Google I/O Extended di Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS). Even bertajuk Google Assintance itu memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan.

Perserta yang hadir antara lain mahasiswa teknik dari berbagai perguruan tinggi. Beberapa developer aplikasi dan pelaku industri kreatif lainnya juga tampak hadir pada even itu.

Google Developer Group Manager Indra Maryati mengatakan, kecerdasan buatan yang dikenalkan adalah tentang cara mendapatkan informasi sebuah objek secara otomatis. Yakni, dengan respons suara atau hasil pencitraan visual.

“Teknologi itu sudah diterapkan pada Google Lens dan Gmail Smart Compose. Karena berbasis perintah suara, pengguna Gmail smart compose tak perlu repot mengetik pesan secara manual,” kata Maryati di Kampus STTS, Sabtu (21/7).

Teknologi itu juga memiliki sejumlah kegunaan lain. Penggunaannya akan banyak teraplikasikan pada pengoperasian peralatan rumah tangga melalui ponsel. Misalnya, memanfaatkan respons suara untuk pengganti saklar lampu.

Berbeda dengan kecerdasan buatan melalui pencitraan visual yang diterapkan Google Lens. Kecerdasan buatan itu dapat mendeteksi informasi terhadap benda apapun melalui kamera ponsel.

Nah, berbagai kecanggihan itu diprediksi menjadi tren sepanjang 2018. Penerapannya akan banyak dilakukan pada rumah yang berkonsep smart home. Konsep tersebut mengusung kecanggihan mengoperasikan berbagai objek di dalam rumah hanya dengan perintah suara pada aplikasi yang ter-install di ponsel pengguna.

“Selain lampu, juga banyak peralatan elektronik dan benda lainnya di rumah tangga yang dioperasikan dengan perintah suara. Misalnya membuka pintu rumah pakai voice,” papar Maryati.

Selain urusan rumah tangga, kecerdasan buatan juga menjadi tren di kalangan pelaku industri kreatif. Terutama para designer yang menuntut kemudahan dan kecepatan proses design.

“Sekarang sudah mulai banyak pelaku industri kreatif, khusus para designer. Karena dengan teknologi itu, proses design akan lebih mudah dan cepat,” sambung Maryati.

Sebagai informasi, Google Developer Group Surabaya juga menggelar beragam lomba. Salah satunya, peserta diminta membuat aplikasi asistansi menyalakan lampu dengan konsep suara.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (HDR/JPC)


Close Ads
Konsep Smart Home Diprediksi Menjadi Tren