JawaPos Radar

Tetangga Sempat Mimpi dan Firasat Tenggelamnya Kapal Sinar Bangun

21/06/2018, 19:05 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Tetangga Sempat Mimpi dan Firasat Tenggelamnya Kapal Sinar Bangun
Foto keluarga Ledixon, korban tenggelamnya Kapal Sinar Bangun yang masih menghilang di Danau Toba, Sumatera Utara. (Reyn Gloria/ JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Tenggelamnya kapal Sinar Bangun di Danau Toba, Sumatera Utara, menyisakan duka mendalam untuk keluarga para korban yang hilang. Salah satunya keluarga Ledixon Nainggolan yang merupakan warga Duren Sawit, Jakarta Timur.

Menurut keterangan tetangga depan rumah korban, Siska, 38 dirinya sempat mengalami mimpi dan firasat-firasat terkait tenggelamnya kapal tersebut. Dirinya mengaku sempat memimpikan Nicholas, anak kedua dari Ledixon Nainggolan yang berada dalam pusaran air.

"Saya nggak sadar keluarga ini ada di kapal itu. Aku dapet berita dari grup Whatsapp teman, kebetulan teman saya orang Medan semua. Tapi karena nggak ada family di sana saya cuek," ujar Siska saat ditemui di kediamannya yang berhadapan dengan rumah korban, di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (21/6).

Setelah mendapat informasi di grup, Siska sempat terdiam dan merasa ingin menangis. Bahkan, ada firasat sebelumnya atas gonggongan anjing di rumah korban yang seakan-akan tahu akan terjadi musibah menimpa korbannya.

"Nahh itu anjingnya dua hari menggonggong terus. Tapi bukan melihat makhluk halus, seperti memberitakan nyonya tuan ku dalam keadaan 'begini' loh (dalam bahaya)," jelas Siska.

Keesokan harinya (19/6), saat ingin mencoba memberikan makan anjingnya dirinya diberitahukan oleh tetangga ya bahwa keluarga Ledixon menjadi korban tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun.

"Langsung lemes saya itu. Sebelumnya kan mimpi ada air, terus ada terbuka seperti pusaran air," tuturnya dengan serius. 

Siska pun melanjutkan firasat selanjutnya, sebelumnya isteri Ledixon, Lilis sempat bercerita padanya bahwa koper yang akan dibawa ke Medan hilang saat dijemur. Maka, Lilis sempat membeli kembali koper bersama anaknya keduanya, Nicholas Nainggolan.

"Saya kan ibaratnya lihat pertanda untuk jangan pergi kan. Tp besoknya bela-belain beli koper di PGC sama Nicholas. Setelah beli dititip di toko, keliling sebelas kali cari-cari itu toko baru ketemu. Itu kan udah pertanda," jelasnya.

"Ya namanya nggak nyangka keluarga itu yang jadi korban. Kalo saya tangkap ceritanya dan kembali bayangin pertanda seperti saat Belo (anjing korban) suara anjingnya itu aduuh merinding," ujar Siska dengan kening yang mengernyit.

Keluarga Ledixon dikenal baik di mata tetangga

Dalam kesehariannya, keluarga Ledixon Nainggolan dikenal baik oleh tetangganya. Sisca bahkan menyebutkan Ledixon termasuk orang yang dihormati karena menjadi Ketua Parsahutaon (arisan suku batak dengan anggota perwilayah).

Sedangkan anak tertua Ledixon, Bungaran Nainggolan dikenal sebagai sosok yang peduli dan aktif bergaul, bahkan, sering mengikuti komunitas. Dikarenakan Bungaran jarang dirumah karena kesibukannya, dirinya mengakui lebih sering bertemu dengan adik Bungaran, Astrid dan Nicholas.

"Dua minggu sebelumnya keluarga Pak Nainggolan ini ada yang meninggal terus pulang ke Medan. Dia ngomong ke saya nanti mau pulang lagi. Yang saya bingung kenapa harus sekeluarga," ungkapnya.

Siska mengenal Ledixon, sebagai sosok yang baik, rajin bahkan rapi. Dua hari sebelum kepulangan Ledixon, bahkan dirinya masih sempat melihat isteri Ledixon ini mengecat rambut. "Sampai saya bilang, ih mau pulang kampung setelannya ngeri kali ka tapi ternyata itu menjadi candaan kami terakhir," tambahnya.

(rgm/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up