JawaPos Radar

Hapus Sekolah Favorit, Pemkot Solo Rutin Rotasi Guru

21/06/2018, 15:25 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
PPDB
ILUSTRASI: Pemkot Solo berupaya untuk menghapus stigma sekolah favorit yang selama ini masih melekat di masyarakat. Hal ini dilakukan dengan tujuan pemerataan pendidikan, baik di tingkat sekolah dasar (SD) maupun di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Pemkot Solo berupaya untuk menghapus stigma sekolah favorit yang selama ini masih melekat di masyarakat. Hal ini dilakukan dengan tujuan pemerataan pendidikan, baik di tingkat sekolah dasar (SD) maupun di tingkat sekolah menengah pertama (SMP).

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan rutin melakukan mutasi guru maupun kepala sekolah. 

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Solo, Etty Retnowati menerangkan, dalam dua tahun terakhir setidaknya sudah ada 770 guru maupun kepala sekolah yang dirotasi. Dengan mutasi ini diharapkan akan terjadi pemerataan tingkat keunggulan sekolah.

"Rotasi guru kami lakukan, sehingga ke depan sudah tidak ada persoalan terkait sekolah favorit atau tidak," ungkapnya kepada JawaPos.com, Kamis (21/6). 

Selain itu, dengan adanya rotasi rutin ini maka ke depan tidak akan ada lagi guru yang mengajar di satu sekolah dengan rentang waktu yang cukup lama. Etty menambahkan, saat rotasi dilakukan pihaknya mendapati ada guru yang mengajar di sekolah hingga 38 tahun.

Dengan masa yang cukup panjang tersebut tentunya juga akan berdampak terhadap guru dan sekolahnya. "Nanti kami akan evaluasi lagi masa kerja guru di sebuah sekolah, mungkin minimal 5 tahun. Kalau lebih dari itu mungkin terlalu lama, tapi nanti dibahas lagi," ucapnya. 

Dengan rotasi rutin ini, Etty mengatakan, para guru maupun kepala sekolah juga bisa mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu akan dipindah. Pemindahan yang dilakukan ini dipastikan bukan karena suka atau tidak suka. Tetapi lebih pada pemerataan pendidikan saja. 

Sementara itu, Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo mendukung penuh rotasi rutin para guru tersebut. Rudy yakin, dengan pergantian guru dari satu sekolah ke sekolah lain bisa menghapus stigma masyarakat tentang sekolah favorit.

Menurutnya, adanya pemikiran tersebut juga berdampak pada siswa. "Nanti orang tua akan mendaftarkan di sekolah favorit, sedangkan sekolah yang lain kurang peminatnya. Saya ingin semua bisa mendapatkan sekolah dan tidak ada sekolah yang favorit dan tidak favorit," tandas Rudy.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up