alexametrics

Merapi Bergejolak, Warga Cangkringan Memilih Mengungsi ke Balai Desa

21 Mei 2018, 20:35:15 WIB

JawaPos.com – Merapi kembali bergejolak. Pada Senin (21/5) tercatat setidaknya tiga kali letusan freatik terjadi. Lantaran hal tersebut, warga di Desa Galagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman pun berbondong-bondong meninggalkan rumahnya.

Mereka memilih bertahan di Balai Desa setempat untuk mencari perlindungan dari kemungkinan terburuk Merapi meletus lagi. Camat Cangkringan, Mustadi mengatakan, hingga pukul 19.30 WIB, warga masih berada di Balai Desa Glagaharjo.

“Warga di wilayah atas sudah turun, sekarang di Balai Desa Glagah,” katanya, kepada JawaPos.com, Senin (21/5) petang.

Untuk diketahui, warga di Desa Glagaharjo yang paling dekat dengan Merapi adalah Dusun Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen. Di 3 wilayah ini sebagian memang berada di zona merah atau Kawasan Rawan Bencana (III). Terletak di sekitar 4 kilometer dari puncak Merapi.

Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Makwan menambahkan, akibat letusan freatik dengan durasi 3 menit pada petang, hujan abu dialami di beberapa titik wilayahnya. “Kami mengimbau agar warga hati-hati dan tidak usah panik,” katanya.

Pihaknya juga telah menurunkan petugas, serta berkordinasi dengan komunitas-komunitas relawan yang ada. Untuk memantau kebutuhan logistik, maupun yang lainnya. “Sudah kami turunkan tim dan koordinasi,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Merapi Bergejolak, Warga Cangkringan Memilih Mengungsi ke Balai Desa