alexametrics

Tanah Telantar Negara untuk Hunian Korban Gempa Palu

21 April 2019, 19:21:05 WIB

JawaPos.com – Rencana relokasi warga terdampak gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Palu terus dimatangkan. Sebuah tanah telantar milik negara di Desa Tondo akan digunakan sebagai salah satu opsi relokasi. Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil mengunjunginya Jumat lalu (19/4).

Tanah telantar tersebut tercatat sebagai bekas hak guna bangunan (HGB) PT Lembah Palu Nagoya dengan luas 900.000 meter persegi. Tanah itu ditetapkan sebagai tanah telantar melalui usulan penetapan tanah telantar sesuai dengan surat No 1107/72/VIII/2012 pada 15 Agustus 2012.

Sementara itu, tanah di Desa Pombewe merupakan HGU atas nama PT Hasfarm Hortikultura Sulawesi seluas 3.620.000 meter persegi. Serta ditetapkan melalui usulan penetapan tanah telantar sesuai surat No 1223/72/IX/2012.

Kapal yang terseret ke daratan akibat gempa dan tsunami yang menimpa Palu, Jumat (28/9/2018). (Jawa Pos Photo).

Sofyan mengungkapkan, dua lokasi tanah telantar tersebut rencananya diperuntukkan korban gempa yang terjadi pada 2018.

“Kami menyelesaikan masalah-masalah dalam rangka menyiapkan hunian tetap yang siap dibangun untuk korban gempa dan merupakan bantuan dari Buddha Tzu Chi,” ujarnya.

Sofyan menambahkan bahwa tanah telantar akan lebih bermanfaat untuk membangun hunian serta fasilitas umum yang berguna bagi masyarakat korban gempa.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (tau/c17/git)