alexametrics

Di Kaltara, Suara Nasdem Melejit, Demokrat Nyungsep

21 April 2019, 05:36:53 WIB

JawaPos.com – Hingga kemarin, proses penghitungan perolehan suara pada pemilu anggota legislatif (pileg) 2019 masih berlangsung di tingkat kecamatan. Meski begitu, sejumlah partai politik (parpol) khususnya di Kalimantan Utara (Kaltara) telah memprediksi tingkat raihan suaranya.

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) salah satunya. Pada pemilu tahun ini, partai pimpinan Surya Paloh itu mengklaim telah memenuhi target lebih dari seratus persen. Hal ini disampaikan Sekretaris Umum DPW Partai Nasdem Kaltara Supa’ad Hadianto kepada Radar Tarakan, Sabtu (20/4).

Ia menyebutkan, berdasarkan data yang diperoleh dari masing-masing saksi parpol di setiap TPS, Nasdem Kaltara sudah mengantongi 17 kursi untuk duduk di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota se-Kaltara.

Yaitu meliputi Tarakan empat kursi dengan perolehan suara lebih 10 ribu. Sementara di Kabupaten Bulungan dan Malinau masing-masing diprediksi dapat tiga kursi.

“Tarakan, Bulungan dan Malinau kami prediksi bisa menjadi satu fraksi yaitu fraksi mandiri sesuai target. Sementara yang belum memenuhi target satu fraksi yaitu di Tana Tidung dan Nunukan karena masih proses dapat dua kursi,” katanya dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Group), Minggu (21/4).

Sementara untuk di DPRD Kaltara, dirinya juga meyakini akan dapat membentuk satu fraksi. Sebab, dari perolehan suara yang dihimpun, Nasdem Kaltara berpeluang mengirimkan wakilnya sebanyak tiga orang sebagai anggota DPRD Kaltara.

Tiga kursi itu didapatkan dari Tarakan satu hingga dua kursi. Sementara dari Nunukan dan Bulungan masing-masing satu kursi. Dia mengatakan, ada kenaikan persentase perolehan suara yang sangat signifikan dibandinkan pemilu 2014.

“Di Tarakan naik 100 persen yang sebelumnya 2 kursi menjadi 4 kursi, begitu juga di DPRD Kaltara naik 50 persen dari 2 kursi menjadi 3 kursi, termasuk Bulungan juga naik 50 persen,” sebutnya.

“Bahkan kami sangat optimistis bisa menduduki unsur pimpinan di DPRD Kaltara,” tambah mantan anggota DPRD Tarakan ini.

Menyinggung soal keluhan dari beberapa partai terkait proses Pemilu 2014 terutama mengenai praktik money politics dan rumitnya kertas suara, dia menegaskan untuk money politics tidak berlaku di Nasdem. Hal ini sesuai slogan Nasdem yaitu politik tanpa mahar.

“Artinya kami tidak perlu diberi uang dan memberi uang, proses itu berjalan alami, mulai dari rekrut caleg tidak dibebankan apa pun, bahkan saksi ditanggung partai,” bebernya.

“Kalau mengenai surat suara itu memang ini sudah menjadi bagian dari sejarah bagi bangsa kita, proses demokrasi yang sangat komplet yang mengandung unsur kaget dan kebingungan, saya kira itu wajar. Dan mudah-mudahan ke depan ada evaluasi bagi pemangku kepentingan,” harap Supa’ad.

Hal senada juga dikatakan Ketua DPW Partai Nasdem Kaltara dr. Jusuf Serang Kasim. “Proses pemilu tahun ini di Kaltara sangat menggembirakan karena berjalan aman dan lancar,” katanya.

Mengulik data Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) yang dipublikaskan Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga pukul 20.00 WITA, Sabtu (20/4), perolehan tiga partai teratas masih ketat, yakni Nasdem, PKB dan PDIP.

Sementara, Sekretaris DPD Partai Demokrat Kaltara Muddain, S.T, mengaku kecewa dengan hasil perolehan suara pada Pemilu yang digelar 17 April lalu. Demokrat diperkirakan hanya meraih 2 kursi, yakni dari Dapil Tarakan Barat dan Tarakan Tengah.

“Untuk Dapil Tarakan Utara dan Tarakan Timur kami anjlok, tapi untuk DPRD Kaltara Dapil Tarakan kami masih dapat kepercayaan dari masyarakat, minimal satu kursi, tapi bisa jadi juga dua kursi,” sebutnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : jpg