alexametrics
Mengintip Sosok Kartini Zaman Now

Triana Rahmawati, Dedikasikan Diri untuk Orang dengan Masalah Kejiwaan

21 April 2018, 09:50:16 WIB

JawaPos.com – Selama ini masih banyak masyarakat yang berpandangan bahwa orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) atau mengidap skizofrenia adalah sebuah kecacatan. Dan banyak yang membiarkan atau menelantarkan mereka begitu saja. Padahal, ODMK seharusnya mendapatkan perhatian khusus.

Inilah yang dilakukan oleh Triana Rahmawati. Perempuan 25 tahun itu sudah bertekad mendedikasikan diri untuk menangani ODMK.

Karena kepeduliannya itulah, perempuan yang akrab disapa Tria itu mendirikan Griya Schizofren. Nama Schizofren itu sendiri merupakan nama dari masalah kejiwaan yakni skizofrenia. Tetapi nama Griya Schizofren merupakan kependekan dari Social, humanity, zone, friendly.

Kegiatan Griya Schizofren
DEDIKASI: Tria tengah melakukan kegiatan dengan komunitas dan para ODMK (Dok. Pribadi)

Griya Schizofren itu berarti ruang sosial kemanusiaan dalam zona persahabatan. Kita itu tidak boleh mengatakan bahwa mereka adalah penderita Skizofrenia, tetapi mereka adalah ODMK,” ungkapnya kepada JawaPos.com, Jumat (20/4).

Kata skizofrenia sendiri berakar dari bahasa Yunani, schizein (terbelah) dan phren (pikiran). Penderitanya akan memiliki kesulitan memproses pikirannya sehingga timbulah halusinasi, delusi, pikiran yang tidak jelas dan tingkah laku atau bicara yang tidak wajar.

Di Indonesia, skizofrenia termasuk gangguan jiwa berat yang terbanyak penderitanya. Gejala-gejala halusinasi atau delusi tersebut dikenal sebagai psikotik yang menyebabkan penderitanya sulit berinteraksi dengan orang lain, bahkan menarik diri dari dunia luar. Karena kurang dipahami, pemahaman masyarakat terhadap penyakit ini menjadi keliru.

Tria mengaku, jiwa sosial dalam dirinya sudah ada sejak kecil. Ini terbukti dari banyaknya kegiatan sosial yang pernah diikuti. Dan bahkan sampai dengan saat ini, dirinya tidak hanya fokus pada Griya Schizofren saja, tetapi ada sejumlah komunitas yang juga diikutinya. Seperti beasiswa @givo.id, @youthprojectscholarship, volunteer scholarship dan kegiatan yang lainnya.

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) UNS itu ingin mengajak para pemuda untuk mengubah stigma negatif tentang ODMK. Dan selanjutnya mengubahnya menjadi gerakan yang positif untuk ODMK. 

Perempuan yang juga pernah diundang di Kobe Jepang sebagai pembicara tentang Griya Schizofren itu yakin, dengan usahanya tersebut nantinya anggapan mengenai hal negatif ODMK akan sirna.

“Kami hadir di sini bukan sebagai dokter atau atau psikolog, tetapi sebagai teman. Dan kita jangan membuat jarak dengan mereka. Mereka membutuhkan kita,” ungkap perempuan yang pernah menjadi lulusan terbaik UNS tahun 2015 itu.

Komunitas Griya Schizofren sendiri awalnya merupakan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang disetujui dan didanai. Untuk kegiatan tersebut, Griya Schizofren menggandeng Griya PMI Solo yang ada di Mojosongo, Solo.

Keberadaan Griya PMI tersebut sejalan dengan konsep penanganan bagi ODMK. “Komunitas ini berkolaborasi dengan lima komunitas anak muda. Untuk ODMK ini ditangani 1-30 orang dari 130 orang karena faktor kesehatan dan interaksi sosial yang belum menunjang,” kata perempuan kelahiran Palembang tersebut. 

Perempuan yang juga pernah menjadi bintang tamu di acara Kick Andy tersebut berharap, apa yang dilakukannya tersebut dapat menempatkan ODMK di tempat yang seharusnya. Selain itu, ia juga ingin mengajak semua pihak untuk meningkatkan kepeduliannya terhadap ODMK.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (apl/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Triana Rahmawati, Dedikasikan Diri untuk Orang dengan Masalah Kejiwaan