JawaPos Radar

Konflik Harimau Sumatera dengan Manusia Akan Terus Terjadi

21/04/2018, 21:21 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Harimau Bonita
Bonita Harimau Sumatera yang berkeliaran di perkampungan warga saat terekam kamera pengintai yang dipasang. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - ‎Konflik antara Harimau Sumatera dengan manusia diprediksi akan terus terjadi. Pasalnya selain maraknya perambahan hutan, habitat harimau semakin terdesak dengan aktivitas manusia. Terlebih terbatasnya pasokan makanan membuat harimau keluar dari wilayah perburuan.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Jenderal Konservasi Alam Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE), Ir Wiratno‎ kepada JawaPos.com di Pekanbaru, Sabtu (21/4).

"Saya menduga akan ada lagi konflik harimau Sumatera dengan manusia. Oleh karena itu, ‎kita masih punya PR untuk mengantisipasi terjadinya hal serupa. Harimau kalau sampai turun, itu karena dua penyebab yaitu kelaparan dan terganggu keluarganya seperti ada anaknya ada yang terbunuh," kata dia.

Laparnya harimau Bonita hingga masuk ke pemukiman hingga menerkam warga bukanlah tanpa sebab yang jelas. Ia memastikan penyebabnya karena habitat diganggu dan makanannya telah habis diburu oleh manusia.

"‎Siklus makanannya harus cukup. Seperti babi hutan, kan babi hutan banyak diburu manusia. Jadi kalau babinya habis tentunya dia akan mencari makanan ke luar. Begitu juga dengan perubahan habitat yang besar-besaran," tuturnya.

Wiratno menegaskan, bahwa satwa liar tidak akan mengganggu manusia apabila manusia tidak mengganggunya.‎"Makanya jangan pernah mengganggu," tegasnya.

Data yang dimilikinya jumlah populasi harimau Sumatera di Pulau Sumatera diperkirakan hanya tinggal sekitar 400-500 ekor saja.‎ Tentunya ini menjadi perhatian khusus dari segala pihak, terlebih lagi banyaknya konflik yang terjadi sehingga di setiap tahunnya angka tersebut terus menurun.

Untuk itu Wiratno mengimbau kepada seluruh pihak terutama masyarakat agar tetap menjaga ekosistem dan tidak melakukan perburuan liar agar harimau Sumatera yang termasuk dalam satwa langka ini tidak punah.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up