alexametrics
Hari Kartini

Kegigihan Kartini Zaman Now yang Peduli Orang Gila di Lampung

21 April 2018, 19:10:43 WIB

JawaPos.com – Elisa Ramanda, 25, kerap prihatin tiap kali melihat orang dengan gangguan jiwa di jalanan. Menurutnya kehidupan orang-orang gila di jalanan amat tidak layak. Oleh sebab itu, dia tergerak untuk mendirikan Komunitas Peduli Gangguan Jiwa di Lampung (KPGJL).

“Mereka itu kadang gak makan, gak minum. Kalaupun makan biasanya cari di tong sampah. Bahkan ada yang minumnya dari comberan,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Sabtu (21/4).

Padahal berdasarkan Undang-Undang Tahun 1945 Pasal 34 Ayat 1 disebutkan setiap fakir miskin dan anak terlantar seharusnya dipelihara oleh Negara. Namun kenyataannya tidak. Banyak orang gila yang berkeliaran dan tidak diperhatikan pemerintah. Hal itulah yang akhirnya membuat lisa berinisiatif untuk membentuk Komunitas Peduli Gangguan Jiwa Lampung (KPGJL) pada awal tahun 2016.

Kegigihan Kartini Zaman Now yang Peduli Orang Gila di Lampung
Elisa Ramanda, Pendiri Komunitas Peduli Gangguan Jiwa Lampung. (KPGJL For JawaPos.com)

Bukan hal mudah bagi lisa membentuk komunitas ini. apalagi diawal-awal orang tuanya tidak menyetujui kegitan tersebut. “Namanya orang tua. Apalagi saya kan perempuan. Keluar malem-malem. Pasti khawatir orang tua,” katanya.

Namun hal tersebut tidak membuatnya patah semangat. Dengan terus memberikan pengertian akhirnya kegiatan yang sempat dilarang itu mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya. “Kemarin sempat sakit karena kecelakaan. Sempet dilarang, tapi sayanya ngotot. Karena memang sudah panggilan jiwa,” ujarnya.

Meski latar pendidikannya adalah sarjana pertanian, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi lisa untuk membantu kesembuhan orang gila. Bersama dengan kawan-kawannya lisa belajar mengenai konseling dari psikolog yang juga tergabung di komunitas tersebut. “Jadi biar kita tahu bagaimana berkomunikasi dengan orang gila. Selain itu kita kan juga memberikan terapi kepada mereka,” ujarnya.

Selama menjalani komunikasi dengan orang gila, Lisa mengaku tidak pernah mendapatkan tindakan buruk. Bahkan ia kerap diberi nasehat, seperti jangan keluar malam-malam karena bahaya. “Mereka ini baik-baik banget sebenarnya. Tapi ita harus tau situasinya, apakah mereka sedang kumat atau tidak,” kata Alumni Universitas Lampung ini.

Selama dua taun ini Komunitas bentukan Lisa  sudah banyak membantu orang gila. Baik tu di jalan maupun yang ada di rumah. “kalau yang di jalan, ya kita beri makan, ajak ngobrol dan diberikan terapi. Tapi kalau yang di rumah kita bawa kerumah sakit jiwa agar sembuh,” katanya lisa.

Lisa mengataan, selama proses penyembuhan tersebut pasien akan terus didampingi relawan dari KPGJL. Selain itu biaya pengobatan juga ditanggung komunitas. “Dari keluarga mereka (pasien sakit jiwa) sangat senang dan berterimakasih. Karena yang kita bantukan memang kebanyakan orang gak mampu,” katanya.

Namun tingginya biaya perawatan orang gila di rumah sakit jiwa cukup menjadi kendala komunitas ini. Apalagi sampai saat ini dana kegiatan paling banyak bersumber dari anggota. “Gak semua bisa kita bantu ke rumah sakit jiwa. Terutama yang di jalanan, karena biayanya memang sangat besar,” katanya.

Lisa mengatakan sampai saat ini belum ada bentuk dukungan apapun dari pemerintah baik itu kota maupun provinsi. “Kami pernah ke Dinas Sosial, tapi dilempar ke Dinas Kesehatan karena katanya kan berhubungan dengan kesehatan. Tapi saat di Dinas Kesehatan kita dilempar lagi ke Dinas Sosial karena itukan dijalanan,” katanya.

Lisa mengaku cukup menyesalkan hal tersebut, apalagi banyaknya orang gila dipinggir jalan tentu membuat buruk citra suatu daerah. Ia berharap adanya kerjasama yang baik antara dinas kesehatan dan dinas sosial, sehingga orang gila yang ada dijalanan dapat terurus.

“Misalnya buatkan rumah singgah, agar mereka dapat ditampung. Kami siap kok membantu untuk melakukan therapi ke mereka. Apalagi komunitas ini kan juga memiliki tenaga psikolog ,” jelasnya.   

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (Mhd/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Kegigihan Kartini Zaman Now yang Peduli Orang Gila di Lampung