alexametrics

Ali Mochtar Ngabalin Diusir Mahasiswa UIN Sumut

21 Maret 2019, 17:25:54 WIB

JawaPos.com – Dialog Publik yang menghadirkan Tenaga Ahli Kantor Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin diprotes mahasiswa, Kamis (21/3). Dialog publik dengan tema ‘Wawasan Kebangsaan‎ Menuju Kedaulatan Maritim dan Daya Saing Bangsa dalam Era Revolusi Industri 4.0’ itu digelar di kawasan Kampus Universitas Islam Negeri, Jalan IAIN/Sutomo.

Selain Ali Mochtar Ngabalin, juga hadir Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo, Rosarita Niken Widiastuti; Rektor UIN Sumut, Prof. KH Saidurrahman; dan Direktur Informasi Komunikasi dan Maritim, Sep‎triana Tangkary.

Mahasiswa mulai beraksi saat Ngabalin menyampaikan materi soal keberhasilan Presiden Joko Widodo disertai penayangan video. Sejumlah mahasiswa tiba-tiba berdiri dan berteriak menyampaikan protes.

Aksi ini dilakukan Aliansi Mahasiswa UIN Sumatera Utara yang menolak kehadiran Ngabalin. Para mahasiswa memang sudah merencanakan pengusiran ini. Sejak pukul 10.00 WIB, mahasiswa sudah berkumpul.

“Massa penolakan beliau dari berbagai jurusan dan fakultas,” ucap Koordinator Aksi Bobby Harahap, Kamis (21/3).

Aksi itu mereka lakukan karena kehadiran Ali Mochtar Ngabalin yang juga masuk sebagai tim pemenangan capres 01. Sehingga mereka tidak ingin kampus dijadikan ajang politik.

“Jadi saya sampaikan, siapa pun dari tim kampanye mana pun tidak boleh datang ke kampus. Karena kampus adalah tempat mahasiswa untuk belajar.‎ Kampus tidak boleh dijadikan lahan politik praktis dan lahan-lahan kepentingan pribadi. Tim sukses akan kami usir,” tutur Bobby.

Dalam dialog itu, mahasiswa menilai sarat politik. Meskipun dialog sudah dikemas dalam dialog wawasan kebangsaan. “Sehingga suasana di dalam itu jadi ricuh. Jadi kita tadi melaksanakan aksi pada saat Ngabalin sedang berorasi yang menyampaikan materinya,” ucap Bobby.

Karena tidak kondusif, Ngabalin terpaksa dievakuasi dari kampus. Sempat juga dia ingin memberikan klarifikasi, tetapi mahasiswa menolaknya. “Pergi kau dari kampus kami,” teriak massa.

Sementara itu, Wakil Rektor 3 UINSU Prof. Amroeni mengatakan dialog umum itu tidak ada unsur politisasi kampus. Tetapi murni memberikan wawasan kebangsaan bagi mahasiswa UINSU.

‎”Pada hari ini kita mengadakan kegiatan dari Kominfo terkait masalah menghadapi revolusi industri. Kemudian ada menganggap politisasi kampus, ini perlu diluruskan. Dalam kegiatan ini, pada hakitatnya tidak ada istilahnya politisasi,” ungkap Amroeni.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Prayugo Utomo

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Ali Mochtar Ngabalin Diusir Mahasiswa UIN Sumut