alexametrics

Tergiur Hadiah Ultah, Warga Makassar Tertipu Rp 101 Juta

21 Februari 2019, 12:51:54 WIB

JawaPos.com – Aparat Unit Cyber Crime Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) membongkar sindikat penipuan internasional. 3 Tersangka diringkus. Adalah Nurul Indah Wati, 25; Tiara Kristian, 33; seorang Warga Negara Asing (WNA) Nigeria Chinedu Jideofor, 30.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengatakan, ungkap kasus ini merupakan hasil pengembangan dari laporan korban pada awal Januari 2019. “Setelah laporan kami terima dari korban, kami lakukan pengembangan di luar Sulsel sampai akhirnya bisa mengamankan para pelaku berikut pengungkapannya,” kata Dicky dalam ekspos di Mapolda Sulsel, Kamis (21/2).

Penangkapan dilakukan di di dua tempat berbeda pada 8 Februari 2019. Petugas terlebih dulu mengamankan Nurul dan Chinedu di tempat pelariannya di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Selanjutnya, Tiara diamankan di kampung halamannya di Jalan Resimuka Barat, Kelurahan Tegal Kertha, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, Bali.

Korban adalah Marsidah Idah, 30. Warga Kota Makassar itu ditipu Rp 101 juta. Dia terhasut dengan janji dan iming-iming dari pelaku. Aksi penipuan berawal dari perkenalan korban dengan Chinedu yang menjadi otak sindikat pada awal 2018. Adapun perkenalannya melalui media sosial.

Untuk memperdaya korban, Chinedu menggunakan identitas palsu di medsos. Seolah-olah pelaku merupakan warga Australia. Perjalanan berlanjut hingga pelaku menjanjikan mengirimkan hadiah dari negara tempat tinggalnya ke Indonesia pada hari ulang tahun korban.

“Jadi korban ini percaya kalau hadiah akan diberikan dari luar negeri dari pelaku. Makanya tertarik sehingga korban percaya begitu saja. Apalagi pelaku dan korban sebelumnya intens komunikasi,” jelas Dicky.

Dua pelaku lain ditugaskan Chinedu untuk berperan sebagai petugas pengantar paket hadiah. Kedua pelaku menghubungi korban dan meminta untuk mengirimkan sejumlah uang sebelum paket dari luar negeri diterima. Pengiriman uang katanya untuk mengganti biaya pajak pengiriman barang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Korban bertahap melakukan pengiriman. Pertama, dilakukan melalui transfer rekening senilai Rp 54 juta. Kedua, korban sendiri yang mengantarkan uang senilai Rp 47 juta di salah satu lokasi di Kota Surabaya, Jatim. “Pelaku beralasan paket hadiah tertahan di Surabaya karena administrasi. Makanya korban dengan sangat antusias percaya-percaya saja,” terangnya.

Setelah seluruh hasil transaksi kejahatan diterima, korban kemudian membawa paket hadiah tersebut kembali ke Makassar. Belakangan diketahui korban bahwa paket berupa box yang dibawa hanya berisi lembaran-lembaran kertas kosong.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku membagi tugas masing-masing dalam menjalankan aksinya. Sindikat ini sengaja menyasar korban di sejumlah daerah di Indonesia. “Sasaran mereka adalah orang Indonesia. Apalagi mungkin mereka lihat kalau kebanyakan bisa diperdaya lewat medsos,” tuturnya.

Dalam pengungkapan ini, petugas menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya empat unit buku tabungan hingga 23 lembar uang pecahan dolar. Ketiga pelaku sementara ditahan di Mapolda Sulsel. Ketiganya dijerat dengan pasal 51 ayat 2 juncto pasal 36 juncto pasal 28 ayat Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : Sahrul Ramadan

Tergiur Hadiah Ultah, Warga Makassar Tertipu Rp 101 Juta