alexametrics

Korban Pemerkosaan Trauma Berat: Ketakutan Saat Malam Hari

21 Februari 2019, 21:20:04 WIB

JawaPos.com – Hingga kini, Y, 25, yang merupakan korban kasus perampokan disertai pemerkosaan masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang. Pasalnya, korban masih mengalami syok dan trauma mendalam akibat kejadian tersebut.

Kasubbid Yanmeddokpol, dr Yunita L Mars mengatakan, sudah tiga hari korban dirawat di RS Bhayangkara. Karena, korban masih syok dan trauma atas kejadian yang menimpanya. Meskipun begitu, berangsur kini sudah mulai membaik.

“Secara fisik sudah mulai membaik, meskipun masih ada beberapa luka lebam disekitaran wajahnya,” katanya saat ditemui di RS Bhayangkara Polda Sumsel, Kamis (21/2).

Ia mengaku dari pengakuan korban jika dirinya masih syok dan trauma terutama saat menjelang malam hari. Korban mengaku selalu ketakutan, apalagi saat memejamkan matanya. Karena, teringat dan terbayang kejadian tersebut.

Kondisi ini menurutnya sudah cukup membaik dibandingkan dihari pertama. Dimana, korban tidak sedikit pun mau bicara bahkan selalu menangis. “Tapi, kami terus melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap korban agar trauma dan syok ini dapat hilang,” ujarnya.

Menurutnya, korban sudah dapat pulang dari RS Bhayangkara. Namun, harus tetap melakukan konseling. Karena, kondisi seperti korban ini harus tetap dipantau agar trauma yang dialaminya tidak timbul lagi.

“Boleh saja kalau mau pulang, asal tetap konsul dan terus dipantau. Jangan sampai lepas dari perawatan,” tutupnya.

Seperti diketahui, Y, 25, yang merupakan bidan desa di Kabupaten Ogan Ilir (OI) harus menjadi korban perampokan disertai pemerkosaan saat bertugas di Poskesdes diwilayahnya.

Akibatnya, korban pun harus kehilangan telpon genggam dan uang Rp 500 ribu. Tak hanya itu saja, korban pun mengalami trauma dan syok mendalam akibat kejadian tersebut.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Alwi Alim



Close Ads
Korban Pemerkosaan Trauma Berat: Ketakutan Saat Malam Hari