JawaPos Radar

Pekan Budaya Jogja Siap Digelar, Suguhkan Atraksi Istimewa

21/02/2018, 17:22 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kampung Ketandan
Kampung Ketandan yang menjadi pusat perayaan Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke-13. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) ke-13 akan digelar selama 7 hari dan dipusatkan di Kampung Ketandan Kota Jogjakarta. Adapun pelaksanaannya akan dilakukan mulai 24 Februari sampai 2 Maret mendatang.

Pembukaan acara rencananya akan dibuka dengan karnaval yang melintasi Jalan Malioboro dengan menyuguhkan berbagai atraksi, seperti Naga Batik Raksasa, Gendawangan, hingga Jogja Dragon Festival.

Staf Humas dari PBTY Roy Setyanto mengatakan, karnaval itu akan digelar pada Sabtu (24/2) malam nanti. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, nantinya akan dimeriahkan juga dengan Gendawangan. "Gendawangan ini seperti Ondel-ondel," katanya saat jumpa pers di Balai kota Jogjakarta pada Rabu (21/2).

Selain itu pihak panitia menyediakan taman lampion Imlek Light Festival. Digelar di Jalan Ketandan, tepatnya di belakang Ramayana sisi timur. "Pengunjung bisa bersantai dan berselfie di taman lampion itu," kata Gutama Fantoni, staf Humas PBTY, menambahkan.

Taman lampion itu nantinya dibuka setiap malam, dan pengunjung akan dikenai tiket sebesar Rp 20 ribu untuk bisa menikmatinya. "Taman lampion itu bertemakan Imlek," katanya.

Di Kampung Ketandan nanti, selain hiburan berupa musik juga akan dihadirkan wisata kuliner. Sebanyak 149 stand yang sudah penuh terisi akan memanjakan lidah pengunjungnya.

Seperti misal Lontong Cap Go Meh yang merupakan menu khas Imlek, masakan adaptasi masyarakat keturunan Tionghoa. Di stand kuliner ini pihak panitia juga sudah memberikan aturan yang tegas, untuk memberikan tulisan pengumuman pada menu-menunya. Apakah produk makanannya halal atau non halal.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up