JawaPos Radar | Iklan Jitu

Disabilitas Diusir dari Masjid, Wagub Sumbar Geram

21 Januari 2019, 15:12:28 WIB
disabilitas
Abraham Ismed, penyandang disabilitas yang tidak diperkenankan masuk ke dalam Masjid Raya Sumbar. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Oknum pengamanan disebut-sebut mengusir penyandang disabilitas usai menunaikan salat ashar di Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (19/1) lalu. Hal itu disikapi serius Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Nasrul Abit.

Bahkan, Nasrul meminta agar sang oknum diberikan teguran tegas. "Pak gubernur sudah memberikan arahan. Bilang, tegur itu Satpol PP-nya," tegas Nasrul di Kantor Gubernur Sumbar, Kota Padang, Senin (21/1).

Nasrul mengakui sarana dan prasarana untuk disabilitas memang belum ada di tempat salat di lantai dua. Namun, dia menegaskan bahwa kelompok disabilitas harus diberikan tempat. "Kalau memang kotor, dibersihkan dulu (kursi rodanya) sebelum masuk masjid. Tempatkan di saf yang ditentukan, yang penting boleh," terang Nasrul Abit.

Sementara itu, Kabag Bina Mental di Biro Mental dan Kesra Pemprov Sumbar Karimis mengatakan, aksi tersebut bukan pengusiran. Namun penyandang disabilitas tidak mau dipindahkan dari kursi rodanya ke kursi roda yang disediakan Masjid Raya Sumbar.

"Saya sudah konfirmasi ke komandan Satpam. Ternyata yang bersangkutan tidak mau dipindahkan pada kursi roda yang disiapkan masjid. Bahkan Satpam pun mau membantu. Jadi bukan disabilitas yang dilarang masuk masjid," klaim Karimis.

Paling tidak, kejadian tersebut akan dijadikan evaluasi dengan pengurus masjid dan pihak terkait. "Yang jelas, siapa pun tidak boleh dilarang masuk masjid. Apapun kondisinya, sepanjang dia akan beribadah," tandasnya.

Namun ketika JawaPos.com bertanya tentang pernyataan Wagub Sumbar yang belum ada sarana di masjid, Karimis tidak mau menjawab. Bahkan dia terkesan ngeyel. "Sabar. Nanti kami bicarakan dengan pihak terkait," jawabnya singkat melalui pesan WA.

Penyediaan kursi roda dari masjid yang dinyatakan Biro Mental juga dibantah Abraham Ismed, penyandang disabilitas yang mengalami insiden tak mengenakkan itu. "Tidak ada. Saat saya dan rekan-rekan ke sana (Masjid Raya Sumbar) pada Sabtu (19/1) itu tidak ada kursi rodanya. Itu diakui Satpam juga. Kami hanya dilarang masuk," kata Abraham Ismed saat dihubungi JawaPos.com.

Sebelumnya, Abraham Ismed dan beberapa rekannya pergi ke Masjid Raya Sumbar pada Sabtu sore atau selepas salat Ashar. Namun sampai di lantai 2 masjid, Abraham dicegat oknum pengamanan dan tidak diperkenankan masuk ke dalam ruangan tempat salat.

"Katanya kursi roda tidak suci. Jadi kami bagaimana? Ini pengganti kaki kami. Memang tidak ada jalan bagi disabilitas untuk ke dalam masjid," ungkap Abraham Ismed.

Pelarangan yang sempat direkam Abraham itu lantas dibagikan di akun Istagram bernama @boy1492. Hingga kini, foto dan video yang diunggah pada Minggu (20/1) itu telah dikomentari sebanyak 176 netizen dengan 387 penyuka.

Editor           : Sofyan Cahyono
Reporter      : Riki Chandra

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up