alexametrics
Butuh 1.800 Truk Pasir untuk Menutup Lubang

Awasi Perbaikan Sinkhole dari Kursi Roda, Risma Pasang Target Seminggu

20 Desember 2018, 17:03:09 WIB

JawaPos.com- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendatangi lokasi sinkhole Jalan Raya Gubeng, Kamis (20/19). Risma tampak mengawasi dan mengarahkan beberapa pekerja yang sedang memperabaiki jalan tersebut.

Lantaran masih menjalani proses recovery cedera tendon achilles, Risma meninjau sinkhole dengan duduk di kursi roda. Kedua tangannya terus menggenggam handy talkie (HT). Dia berusaha mengarahkan semua petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya agar kerja lebih cepat.

Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu juga mengarahkan petugas BPD Linmas dan Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya untuk membersihkan akses ke lokasi. Dia memerintahkan petugas PMK agar tidak memarkir mobil PMK di tengah jalan.

sinkhole raya gubeng surabaya risma di kursi roda
Sinkhole Raya Gubeng yang dipotret dari depan Bank BNI, Rabu (19/12). (Dida Tenola/ JawaPos.com)

“PMK ngapain di sini. Harusnya, (mobil) PMK itu di gang-gang. Nambahi beban (jalan) nanti. Kalau aku nggak nyuruh pergi kan bahaya sekali itu,” ucap Risma.

Risma mengaku bahwa dirinya memang harus mengawasi langsung proses perbaikan jalan tersebut. Meski masih merasakan sakit di kakinya, dia tetap all out mengebut proses rehabilitasi jalan. Risma mematok target normalisasi tuntas seminggu ke depan.

“Kalau nggak begitu (diawasi) nggak cepet-cepet nanti. Padahal aku janji seminggu kelar. Tapi saya usahakan sebelum seminggu. Kalau bisa, lima hari,” imbuh perempuan asal Kediri tersebut.

Untuk memperbaiki sinkhole, Risma memperkirakan butuh 1.800 truk bermuatan pasir. Banyaknya kebutuhan pasir membuat proses penutupan lubang tidak bisa selesai dalam lima hari. Apalagi, kapasitas truk pasir per hari diperkirakan hanya 200 unit.

“Awalnya saya kira 600 truk. Kalau itu (600 truk), bisa selesai lima hari,” tuturnya.

Risma juga telah memerintahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya Surabaya Erna Purnawati agar menambah mesin sondir dan boring. Mesin itu ditempatkan di 11 titik. Alat tersebut akan menggali atau melubangi tanah hingga ketemu lapisan tanah yang paling keras.

“Nah, itu kondisinya kayak apa? Tapi sepertinya jadinya besok (Jumat). Setelah itu, barulah kami tahu posisi tanah (keras) ini hasil sondir dan boring itu. Jadi kami harus menjaga beban di atas tanah,” jelasnya.

Proses teknis tersebut dilakukan agar masyarakat dapat melintas dengan aman dan nyaman apabila jalan sudah mulai normal. “Nanti tak kasih sonder dan boring juga di halaman warga sekitar (sinkhole),” katanya.

Editor : Dida Tenola

Reporter : (HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Awasi Perbaikan Sinkhole dari Kursi Roda, Risma Pasang Target Seminggu