alexametrics

Analisis Tim Ahli Gedung dan Bangunan soal Ambles Jalan Gubeng

20 Desember 2018, 13:37:22 WIB

JawaPos.com – Bermacam-macam spekulasi muncul terkait penyebab amblesnya sebagian Jalan Raya Gubeng, Selasa malam (18/12). Namun, hingga kemarin, belum ada satu pun pihak yang memastikan penyebab insiden tersebut.

Semua hanya berani mengatakan bahwa jalan tersebut ambles karena robohnya dinding penahan tanah di proyek pengembangan Rumah Sakit (RS) Siloam. Meski demikian, belum jelas kenapa dinding tersebut bisa ambrol.

Ketua Tim Ahli Gedung dan Bangunan Pemkot Surabaya Mudji Irmawan Arkani menjelaskan, salah satu penyebab jalan ambles di mana pun adalah pergeseran tanah. Kemungkinan tersebut seharusnya sudah diperhitungkan kontraktor. Terutama jika ingin membuat bangunan yang memiliki basement. Pembangunan seharusnya dilakukan ketika tanah tidak sedang bergeser. “Kalaupun sedang bergeser selama pembangunan, harusnya bisa segera dilakukan deformasi (penguatan, Red),” jelasnya.

Analisis Tim Ahli Gedung dan Bangunan soal Ambles Jalan Gubeng
Infografis amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya. (Kokoh Praba/JawaPos.com)

Sebab, pembangunan basement membuat struktur bangunan otomatis berubah. Bangunan yang awalnya tegak lurus ke atas bisa dengan sekejap miring begitu saja. Menurut dia, deformasi tak akan dilakukan jika kontraktor tidak memiliki jadwal pengawasan proyek yang ketat. “Ada kok alatnya, dari situ kita bisa melihat ke arah mana tanah bergeser, sehingga bisa diikuti,” tutur Mudji.

Jika hal tersebut tidak diikuti, kejadian ambles seperti itu akan kerap terjadi. Dinding penahannya roboh karena ada pergeseran tanah. Sedangkan penguatan tidak dilakukan secara dini. Lambat laun, dinding tersebut tidak mampu menahan beban. Akibatnya, bangunan di atasnya ambrol. Dalam kasus di Jalan Raya Gubeng, beban yang diampu merupakan sebuah jalan.

Mudji kemarin memantau langsung kondisi jalan yang ambles. Kedatangannya ke lokasi bertujuan mencari penyebab utama robohnya dinding penahan tersebut. “Karena kan ini proyek swasta, saya tidak bisa berspekulasi banyak,” jawabnya.

Namun, dia melihat kejanggalan. Yakni, satu-satunya yang rusak adalah dinding penahan tersebut. Analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) bangunan tersebut dinyatakan sudah memenuhi kriteria.

Pada bagian lain, di Jakarta beredar kabar bahwa jalan ambles itu disebabkan aktivitas geologi Sesar Waru dan Sesar Surabaya. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho membantah hal tersebut. Rabu (19/12) dia menjelaskan bahwa saat insiden terjadi, tidak ada aktivitas geologi sama sekali. “Kalau menurut seismograf, ada dua kali amblesan. Pukul 21.51 dan 22.30,” tuturnya.

Sutopo juga mengatakan bahwa ada kesalahan konstruksi dengan tidak adanya dinding pembatas konstruksi. Hal itu diperparah dengan air hujan yang membuat tanah semakin berat. Akibatnya, tanah bergerak ke arah penggalian. “Kejadian ini mirip dengan penggalian batu bara di Kalimantan Timur beberapa minggu lalu,” kata Sutopo.

Insiden tersebut juga direaksi Polda Jatim. Polisi kini mencari tahu siapa yang harus bertanggung jawab. Kapolda Jatim Irjen Pol Lucky Hermawan mengaku sudah memeriksa sebelas saksi. Namun, dia tidak menjelaskan identitas sebelas saksi tersebut. Yang jelas, mereka adalah karyawan dari tiga perusahaan yang ikut dalam proyek pembangunan basement milik RS Siloam. “Jangan sampai masing-masing menyampaikan hasil analisisnya sehingga menimbulkan suasana semakin keruh,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, saat ini pemkot hanya fokus pada upaya pemulihan kembali Jalan Raya Gubeng yang ambles.

Kemarin pemkot membentuk tim ahli untuk segera memikirkan pembangunan kembali. Rencananya, anggaran pembangunan menggunakan APBD dari pos dana cadangan yang biasa digunakan untuk situasi bencana. “Untuk besaran anggarannya, kami akan laporkan dulu ke Bu Wali (Wali Kota Tri Rismaharini, Red),” jelasnya.

Sejak insiden terjadi hingga kemarin, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini belum muncul. Biasanya, Risma tampil langsung memimpin anak buahnya setiap ada kejadian tidak biasa di Surabaya. Ke mana Risma? Kabaghumas Pemkot Surabaya Muhammad Fikser menyatakan, kondisi Risma belum sehat. Risma belum bisa berjalan secara normal. Kaki kanannya belum pulih betul setelah keseleo saat sidak saluran air di Jalan HR Muhammad, Rabu (12/12). “Ibu tetap memberikan arahan lewat Line,” ujar Fikser tadi malam.

Fikser juga mengklarifikasi pernyataan akun Instagram @trirismaharini yang di-posting Selasa (18/12). Menurut dia, akun tersebut palsu. Risma tidak punya akun medsos kecuali Line. “Kami sudah mengajukan supaya akun itu dihapus. Tapi, enggak ada respons dari Instagram,” ujarnya.

Apakah pihak swasta dilibatkan untuk pemulihan jalan? Whisnu mengatakan, hal tersebut belum diputuskan. Pemkot saat ini hanya memikirkan kapan jalan itu diperbaiki. “Daripada nunggu pihak swasta ndak pulih-pulih, pemkot gunakan dana APBD,” tegasnya.

Whisnu mengatakan, pemkot hingga kemarin belum bisa memutuskan siapa yang bersalah dalam insiden amblesnya jalan. Pemkot hanya menunggu hasil dari laboratorium dan forensik (labfor) kepolisian. Saat ini kondisi area sekitar jalan ambles masih kondusif. Laporan tim ahli yang ditunjuk pemkot menerangkan, tak ada lagi pergerakan tanah.

Terkait dengan perizinan proyek basement, Whisnu mengatakan sudah memiliki izin. Sudah benar dan dipenuhi. Secara normatif, juga sudah dijalankan. Sistem amdal juga telah benar. Yang belum tahu sebenarnya terkait proses pengerjaan proyek. “Apakah ada kesalahan atau tidak.”

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII Bali-Jatim I Ketut Darmawahana mengatakan, saat ini sudah dibentuk tim untuk melakukan penelitian terhadap radius yang aman. Berikutnya, akan dicari penyebab dan konstruksi yang cocok untuk pemulihan.

“Untuk angka radius amannya belum bisa ditentukan. Kami sedang lakukan upaya teknis dan terus berkoordinasi dengan pusat,” katanya. Ketut juga menyoroti kondisi bangunan KCP BNI Urip Sumoharjo. Menurut dia, bangunan masuk kategori tidak aman. Bahkan, bagian depan bangunan tampak turun sekitar 10 sentimeter.

Tanggapan RS Siloam

Sementara itu, RS Siloam kemarin mengirim rilis untuk menanggapi amblesnya jalan di dekat lokasi gedung mereka. Dalam siaran persnya, General Affair Manager Rumah Sakit Siloam Surabaya Budijanto Surjowinoto menyatakan bahwa memang benar sedang dilakukan pembangunan sarana ritel dan kesehatan di sana. Namun, disebutkan bahwa pihak RS Siloam Surabaya hanya sebagai pengguna/penyewa pada saat pembangunan selesai. ”Pemilik proyek telah menyerahkan pelaksanaan proyek sepenuhnya kepada kontraktor, yaitu PT Nusantara Konstruksi Engineering (NKE),” ujar Budijanto dalam keterangan tertulisnya. Tapi, tidak disebutkan siapa pemilik proyek yang dia maksud.

Yang ada hanya penjelasan bahwa PT NKE sebagai kontraktor proyek telah berkoordinasi dengan PT Bina Marga, kantor wali kota Surabaya, dan semua instansi terkait untuk memastikan keamanan sekitar proyek. ”Dan segera melakukan perbaikan sehingga jalan bisa berfungsi kembali,” bebernya. Budijanto juga memastikan bahwa seluruh pasien yang sedang dirawat di RS Siloam Surabaya tetap aman dan rumah sakit beroperasi seperti biasa. ”Kami berharap musibah ini segera diselesaikan. Kami juga mendukung sepenuhnya investigasi yang dilakukan instansi terkait,” katanya.

Dewan Sebut Anak Pejabat Terlibat

Sorotan tajam datang dari gedung DPRD Surabaya. Ketua DPRD Surabaya Armuji menuding ada yang tidak beres dalam proses perizinan pembangunan basement itu. Dia menduga ada pihak yang bermain dalam pengurusan perizinan proyek tersebut.

Armuji menyebut keterlibatan anak pejabat yang menjadi makelar perizinan selama ini. Sayang, Armuji tak mau mengungkapkan nama anak pejabat itu. “Aku ngerti lah. Pengusaha-pengusaha wadul ke aku,” ujarnya. Menurut Armuji, banyak pengusaha yang melaporkan tentang keterlibatan anak pejabat itu. Menurut dia, anak pejabat itu sering cawe-cawe untuk perizinan pembangunan gedung tinggi dan proyek-proyek besar. Proses yang sebelumnya bisa memakan waktu bertahun-tahun bisa selesai dalam sekejap jika menggunakan jasa makelar perizinan itu. 

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (agf/bin/sal/idr/lyn/elo/dan/c10/c7/oni)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Analisis Tim Ahli Gedung dan Bangunan soal Ambles Jalan Gubeng