JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tambah Koleksi, Semarang Zoo Genjot Izin Lembaga Konservasi

20 November 2018, 20:25:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Harimau Sumatera
ILUSTRASI: Harimau Sumatera 'Atan Bintang' (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Manajemen Semarang Zoo menargetkan izin lembaga konservasi (LK) keluar tahun ini. LK ini sangat dibutuhkan oleh pengelola kebun binatang kebanggaan warga Kota Lunpia itu, agar bisa melakukan pertukaran atau pembelian binatang dengan kebun binatang lain.

Acti Evan Anthadona, Manager Keuangan dan Personalia Semarang Zoo, mengaku pihaknya sudah lama mengajukan izin LK itu ke Kementerian Lingkungan Hidup. "Targetnya tetap tahun ini selesai, kita sudah input ulang dan sudah diajukan ke Kementerian," katanya, Selasa (20/11).

Evan pun mengungkap alasan di balik lamanya izin tersebut untuk bisa dikabulkan, meski mengklaim sudah lama mengajukan. Tepatnya pasca statusnya diubah dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) menjadi perseroan terbatas (PT) beberapa bulan silam. 

Kendalanya, yaitu karena terkendala sistem baru yang diberlakukan oleh pihak kementerian sehingga harus dikembalikan dan diurus lagi. "Saat ini sudah diajukan ulang," sambungnya. Dalam proses pengajuan ulang ini, lanjut Evan, semua berkas sudah lengkap. Tinggal diproses dengan pengawalan Pemerintah Kota Semarang tentunya.

Ketika izin LK didapat nanti, Semarang Zoo bakal bisa melakukan pertukaran atau pembelian binatang dengan kebun binatang lainnya, sehingga koleksinya menjadi beragam. Tentunya, dibarengi pembenahan secara menyeluruh, seperti perbaikan kandang. Dengan begitu diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisata ke tempatnya.

"Persiapannya internal dulu, kalau sudah beres semua nanti baru menambah satwa, seperti zebra, unta dan jerapah kerena memang kita belum punya," ujarnya.

Terakhir, tak menutup kemungkinan dengan adanya itu semua Semarang Zoo bakalan punya konsep baru. Rencananya, mengadaptasi milik Bali Zoo. "Desainnya masih dibahas, yang jelas ada yang berubah dan baru. Untuk desain, kajian dan ground breaking saat ini terus dilakukan dan setelah semua beres baru akan di-launching," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up