JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tak Terima Mobil Ditarik, Sopir Taksol Sekap Pengusaha Rental 

20 November 2018, 20:46:02 WIB | Editor: Budi Warsito
Tak Terima Mobil Ditarik, Sopir Taksol Sekap Pengusaha Rental 
Ilustrasi penangkapan (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Perbuatan FI terhadap Zulkifli Nasution membawanya berurusan dengan hukum. Penyekapan terhadap Supervisor bagian pengawasan pembayaran rental mobil PT. TPI itu membuatnya ditangkap oleh pihak berwajib.

Zulkifli disekap, karena FI merasa tidak terima dengan penarikan mobil yang dipakainya oleh pihak perusahaan. Padahal, FI sudah lama tidak membayarkan uang rental. Sudah enam kali sopir taksi online itu tidak membayar uang rental. 

Dalam aksinya, FI yang merupakan anggota komunitas Driver Sopir Online SeSumatra Utara (D'BOOS), dibantu oleh rekan-rekan komunitasnya. Ia meminta bantuan kepada teman-temannya melalui percakapan grup Whatsapp.  

Pihak D'BOOS lalu mencari korban. Mereka kemudian menemukan korban di warung kopi Jalan Sisingamangaraja, tidak jauh dari kantor Demokrat Kota Medan, Sabtu (29/9) lalu. 

"Awalnya tersangka ingin meminta mobil yang direntalnya dan meminta klarifikasi atas penarikan yang dilakukan," kata Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak, Selasa (20/11). 

Berselang 30 menit, ada 50 orang yang mendatangi warung kopi dan meminta mobil FI dikembalikan. FI yang kini sudah menjadi tersangka malah mengatakan di dalam mobil itu ada uang Rp10 juta. 

"Sehingga tersangka juga mewajibkan Zulkifli mengembalikan uang tersebut," paparnya.

Korban kemudian semakin didesak. Rekan tersangka juga melakukan intimidasi. Jika uang itu tidak dikembalikan, korban harus menyerahkan mobil pengganti sebagai jaminan. Jika tidak diberikan, maka korban tidak boleh meninggalkan warung tersebut.

Berselang lima jam, korban secara paksa dimasukkan ke dalam mobil dan diancam akan dibawa ke Polrestabes Medan. Tapi sesampainya di depan Polrestabes Medan, korban malah dibawa ke warung tempat biasa mereka berkumpul di kawasan Jalan Gajah Mada, Medan.

"Akhirnya karena korban merasa terancam oleh anggota D'Boss yang sangat banyak, korban pun memutuskan untuk menyerahkan mobil pengganti kepada tersangka berikut uang Rp 5 juta, sebagai pembayaran awal," sebutnya.

Korban juga secara terpaksa membuat surat pernyataan yang diarahkan kepada ketua Harian D'BOSS bernama M Said Ibnu Hasri Ritonga beserta anggota D'BOSS yang lain. Setelah itu, korban diizinkan pulang. Mobil beserta uang tersebut, selanjutnya digunakan untuk keperluan organisasi.

Belum sampai pembayara kedua, korban langsung membuat laporan ke polisi. FI pun ditangkap polisi. Penangkapan terhadap tersangka dilakukan atas laporan korban, Zulkifli Nasution sesuai dengan Laporan Polisi : LP/1378/X/ SPKT III tanggal 9 Oktober 2018.

Dimana dalam laporan itu, tersangka diduga kuat telah melakukan tindak pidana perampasan hak kemerdekaan seseorang (penyekapan) dan pemerasan terhadap korban.

"Saat ini, kasusnya masih dalam tahap pengembangan untuk mencari tersangka lain yang belum tertangkap," pungkasnya. 

(pra/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up