JawaPos Radar | Iklan Jitu

Diduga Cabuli Anak Lelakinya, Jaksa Jadi Tersangka

20 November 2018, 08:03:46 WIB | Editor: Ilham Safutra
Diduga Cabuli Anak Lelakinya, Jaksa Jadi Tersangka
Seorang oknum jaksa jadi tersangka usai dilaporkan mantan istrinya karena diduga mencabuli anak lelaki sendiri. ()
Share this

JawaPos.com - AJ, jaksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalimantan Barat, ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana pelecehan seksual. Dia ditengarai telah mencabuli anak kandung lelakinya yang saat itu berusia 4 tahun 6 bulan. Mantan istrinya, MA, yang melaporkan dugaan pelecehan tersebut.

Kabar ditetapkannya AJ sebagai tersangka diungkapkan Komisioner Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar Alik Rosyad kemarin (18/11). Alik menyebut AJ ditetapkan sebagai tersangka setelah melalui proses yang panjang atau tiga bulan dilaporkan MA pada awal Agustus lalu. "Kamis Polda Kalbar secara resmi menetapkan AJ sebagai tersangka," ujarnya kepada Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

KPPAD Kalbar pun berharap kasus tersebut segera dilimpahkan ke kejaksaan, kemudian dilanjutkan ke pengadilan. Jika nanti sudah dilimpahkan ke kejaksaan, KPPAD Kalbar meminta pihak kejaksaan objektif dalam menangani kasus AJ. Sebab, apa yang dilakukan tersangka bukan dalam kapasitas kedinasan, melainkan urusan pribadi. "Karena itu, kami harap Kejati Kalbar dapat membedakan itu (urusan dinas dan pribadi," kata Alik.

Pihaknya juga meminta Kajati Kalbar menonaktifkan AJ untuk sementara. Dengan begitu, yang bersangkutan bisa berkonsentrasi atas kasus yang menimpanya. "(Penonaktifan, Red) sampai ada keputusan pengadilan secara de facto," jelasnya.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Kalbar Pantja Edy Kurniawan membenarkan status AJ. "Informasi awal, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka. Juga, sudah diperiksa sebagai tersangka," katanya.

Dia menambahkan, Kejati Kalbar menyerahkan proses hukumnya kepada polisi. Kejati Kalbar dipastikan bersikap profesional. Berkas perkaranya akan diteliti, baik formil maupun materiil. "Sesuai petunjuk kajati, kami tetap objektif, karena ini masalah personal, bukan institusi," jelas Pantja.

Secara terpisah, Kabidhumas Polda Kalbar Kombespol Nanang Purnomo menyatakan bahwa kepolisian akan tetap profesional dalam menangani kasus yang melibatkan jaksa Kejati Kalbar itu. ''Kalau dari polda sudah tahap I,'' katanya singkat. 

(and/amb/JPG/c15/fim)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up