JawaPos Radar

Bidan Juga Bakal Bisa Bikin Akta Lahir

20/11/2016, 06:28 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Bidan Juga Bakal Bisa Bikin Akta Lahir
Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Masyarakat Kabupaten Cirebon begitu antusias membuat akta lahir. Jumlahnya melonjak signifikan. Keadaan itu menyusul diterbitkannya Perbup tentang Pembebasan Biaya Sanksi Kependudukan atau Denda Pembuatan Akta Lahir.

“Ya Alhamdulillah, warga sangat antusias dan banyak sekali yang buat akta lahir. Bahkan kami juga terkadang keteteran,” jelas Kabid Pencatatan Sipil Disdukcapil Kabupaten Cirebon, Yadi Wikarsa kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group), Jumat (18/11).

Menurut Yadi, persentase warga yang sudah membuat akta lahir sangat tinggi. Untuk data SIAK sekarang hingga 56 persen dari sebelum ada Perbup hanya 40 persen. Namun, data non SIAK sedang dilakukan konversi.

Kalau digabung dengan data non SIAK, kini di atas 80 persen yang sudah memiliki akta lahir. Itu membuktikan, kalau respons masyarakat atas perbup menjadi sangat positif.

“Respons masyarakat sangat bagus. Bahkan masyarakat banyak aktif menanyakan tentang akta lahir pasca ada perbup tersebut. Kendati demikian, kita juga tetap terus melakukan sosialisasi perbup tersebut,” ujar Yadi.

Dia membeberkan, perbedaan sebelum dan setelah perbup keluar. Kalau sebelum ada perbup, biasanya satu bulan antara 1 atau 2 persen warga yang buat akta lahir. Sementara saat ini, dalam dua bulan sudah 10 persen lebih kenaikkannya. Bahkan sudah 15 persen.

Yadi mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan bekerjasama dengan para bidan untuk bisa membuat akta lahir secara online. “Mau ada bimtek untuk para bidan. Sekarangkan tempat melahirkan banyak di bidan, dokter ataupun rumah sakit,“ katanya.

Mereka akan diberikan pelatihan untuk bisa langsung entri ke data anak yang nanti lahir di situ. Nanti dibuatkan akta lahir di situ. Jadi, data ke dinas sudah masuk data online.

"Kalau sekarang kan sistemnya sama manual, jadi mereka datang ke sini bawa berkas. Kalau nanti mah nggak, mereka punya PC sendiri, diberikan hak untuk akses dan bisa login ke data online," katanya.

Menurut Yadi, tidak hanya bidan saja yang diberikan akses online pembuatan akta lahir, namun pemdes juga.

“Nanti tidak hanya bidan, desa juga akan kita berikan kewenangan akses buat akta lahir secara online. Sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Disdukcapil, cukup ke desa ataupun bidan yang menolong persalinan,” imbuhnya. (den/yuz/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up