alexametrics

Ketua KPU Yahukimo Bantah Tuduhan Pemerkosaan

20 September 2020, 06:42:16 WIB

JawaPos.com–Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo Yesaya Magayang membantah tuduhan kasus pemerkosaan yang dialamatkan kepadanya sebagaimana beredar dan viral di sejumlah media sosial.

”Itu tidak benar,” kata Yesaya Magayang seperti dilansir dari Antara di Kota Jayapura, Papua.

Menurut dia, tuduhan yang ditujukan kepadanya oleh oknum warga dalam akun media sosial merupakan salah satu cara yang tidak terpuji yang sengaja dikembangkan di tengah pesta demokrasi.

”Tuduhan itu sangat tidak mendasar. Saya selama di Jayapura tidak menggunakan motor, selalu pakai mobil dan kemana-mana bersama seorang staf serta ajudan,” ujar Yesaya Magayang.

Yesaya menegaskan, tuduhan itu sengaja digaungkan untuk membuat kegaduhan di tengah warga khususnya di Kabupaten Yahukimo. Tujuannya untuk menjatuhkan nama baik dengan menyebarkan informasi hoaks atau tidak benar.

”Postingan di media sosial itu membuat saya kaget. Itu hoaks. Tuduhan itu sangat tidak mendasar. Saya sejak kemarin tidak ke Sentani. Saya di Jayapura bersama rekan Komisoner KPU Yahukimo sedang melaksanakan pentahapan pilkada,” papar Yesaya Magayang.

Dalam kutipan postingan yang beredar di media sosial facebook yang diunggah akun Pace Nare mengatakan Selamat malam dan selamat beraktivitas malam ini. Malam ini ketua KPUD Kab. Yahukimo memperkosa di bawah umur di kost biru jalan pos 7 Sentani pukul 07:00 WIT dan pelaku tersebut melarikan dengan kendaraan sepeda motor. Dengan nama yang jelas YESAYA MAGAYANG SH. KETUA KPUD KAB. YAHUKIMO. Mohon advokasi pelaku tersebut.

Postingan itu dibagikan ke dalam grup Facebook Relawan FB ABOCK BUSUP MA-YULIANUS HELUKA SH FOR YAHUKIMO JILID II.

”Saya akan menempuh jalur hukum untuk memberikan efek jera kepada warga atau pemilik akun facebook yang telah menggaungkan berita hoaks, sehingga bisa memberikan pembelajaran kepada warga agar tidak terprovokasi dengan isu murahan,” kata Yesaya Magayang.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads