alexametrics

Mandi Safar Tetap Digelar Meski Dibayangi Kemunculan Buaya

20 September 2019, 20:03:29 WIB

JawaPos.com – Kabar kemunculan buaya di sekitar perairan Sungai Mentaya kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit tak membuat Pemkab Kotim surut menggelar kegiatan mandi safar. Agenda tahunan itu bakal tetap dilaksanakan di bawah pengawalan ketat.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Disbudpar Kotim Indra Saputra mengatakan, isu munculnya buaya di Sungai Mentaya hampir setiap tahun terjadi saat akan digelar mandi safar. Tahun ini, untuk mengantisipasi hal buruk terjadi, Disbudpar akan melibatkan berbagai pihak untuk pengamanan ekstraketat.

Pengamanan nantinya akan melibatkan Basarnas, Polair, BKSDA, TNI, Satpol PP, dan Dishub Kotim. ”Pengamanan ekstra akan dilakukan guna membantu proses pelaksanaan mandi safar. Isu seperti ini hampir setiap tahun terjadi saat ingin melaksanakan kegiatan mandi safar,” ujarnya sebagaimana diberitakan Prokal.co (Jawa Pos Group), Jumat (20/9).

Indra berharap mandi safar yang akan dilaksanakan 23 Oktober mendatang berjalan lancar tanpa kendala. Masyarakat diminta tak khawatir dan mendoakan agar rangkaian agenda itu berjalan sesuai harapan. Apalagi kegiatan itu sudah menjadi agenda wisata Kotim untuk meningkatkan kunjungan wisata.

Indra menambahkan, mandi safar dilaksanakan sebagai upaya untuk melestarikan kearifan lokal masyarakat Kotim. Sebab, tidak semua daerah di Kalteng yang menjadikan kegiatan itu sebagai agenda tahunan.

Kabar kemunculan buaya itu sebelumnya diungkap Ijan, motoris kelotok di Sungai Mentaya. Pria 33 tahun itu mengaku melihat hewan predator itu saat ingin menyeberang dari PPM ke Kecamatan Seranau, Kotim, Senin (16/9) lalu. Buaya itu muncul di tengah perairan Sungai Mentaya.
Ijan langsung menghentikan kelotoknya. Awalnya, dia mengira hewan tersebut biawak. Namun, setelah diperhatikan secara seksama, hewan tersebut benar-benar seekor buaya muara.

Dalam sepuluh tahun belakangan ini, Ijan mengaku tidak pernah melihat langsung hewan mematikan tersebut. Dia hanya mendengar selentingan kabar dari motoris kelotok lainnya, terutama pada malam hari. Dia baru percaya ketika melihatnya secara langsung.

”Diperkirakan itu bukan anak buaya. Sebab, dari panjangnya saja sudah hampir mencapai satu meter lebih. Diduga buaya tersebut datang untuk mencari makan atau hanya melintas saja. Lalu kemunculannya dilihat motoris kelotok itu,” kata Komandan BKSDA Pos Jaga Sampit Muriansyah.

Editor : Fadhil Al Birra



Close Ads