JawaPos Radar

Begini Latihan Terduga Teroris yang Ditangkap Saat Kunjungan Jokowi

20/09/2017, 06:52 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Begini Latihan Terduga Teroris yang Ditangkap Saat Kunjungan Jokowi
IM warga Majalengka diamankan polisi karena diduga membawa sejumlah barang berbahaya jelang kedatangan Presiden Jokowi ke Lapangan Udara Cakrabuana, Penggung, Kota Cirebon, Senin (18/9). (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Polisi menggeledah rumah IM, terduga teroris saat kunjungan Presiden Jokowi di Cirebon, di Blok Jumaah, Desa Burujul Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Selasa (19/9). Tim gabungan Densus 88, Polres Majalengka, dan Polres Cirebon Kota, menyita sejumlah benda yang diduga ada kaitanya dengan aksi teror pelaku.

Petugas juga menemukan pecahan sendok dan gambar kartu yang diduga digunakan untuk berlatih menembak di pekarangan belakang rumahnya, lengkap dengan proyektil dan gotri bekas. Sedangkan yang diduga menjadi sasaran tembak adalah beberapa lembar kartu gambar dan sendok logam yang sudah terlihat bolong akibat hantaman proyektil.

Kapolres Cirebon Kota AKB Adi Vivid Agustiadi Bahtiar turut hadir dalam penggeledahan itu. Dia menjelaskan, pelaku teror di Bandara Cakrabuana Cirebon itu telah ditetapkan sebagai tersangka. IM, kata kapolres, diduga kerap mengadakan latihan menembak di pekarangan rumahnya. Baik itu dengan air soft gun maupun senapan angin. Ini didapatkan dari barang bukti 8 butir proyektil dan gotri bekas dan ada yang masih utuh.

Cara latihan IM, lanjut Adi Vivid, kartu gambar ditempel pada dinding dan dijadikan sasaran tembak. Sendok logam serta botol bekas minuman soft drink juga diduga menjadi salah satu bagian sasaran latihan menembak tersebut. Selain itu, petugas juga menemukan sangkur dan sarungnya di kamar tidur, serta pisau lipat di dapur belakang rumah.

“Bisa dilihat dari bekas gotri senapan angin, diduga yang bersangkutan melakukan latihan menembak dengan sasaran sendok, dengan jarak efektifnya 2-3 meter sendok bisa tembus. Ini berarti (senjata) yang dipakai latihannya berbahaya,” jelas Adi Vivid kepada Radar Cirebon (Jawa Pos Group).

Mengenai botol bekas yang turut diamankan sebagai barang bukti, Vivid menjelaskan jika pola pecahan pada botol bekas tersebut tidak wajar. Pada bagia badan botolnya seperti bekas tertembus peluru. “Karena kalau botol yang sengaja dipecahkan maka bekas pecahannya berserakan ke mana-mana,” lanjut kapolres.

Polisi juga mengamankan buku-buku berisikan ajakan jihad dan sebuah catatan yang berhubungan dengan Abu Bakar Al-Baghdadi salah satu tokoh ISIS di Iraq/Syiria. Meski demikian, terkait dengan ISIS, Adi mengatakan masih perlu pendalaman lebih lanjut.

Mengenai motif tersangka, Adi mengarakan ada dua kemungkinan. Karena IM berada di lokasi saat sedang berlangsung kunjungan RI-1, bisa saja sasarannya adalah Presiden Jokowi. Tapi, pada saat itu juga ada petugas kepolisian yang berjaga dan posisinya cukup dekat dengan pelaku, bisa saja sasarannya polisi. Pihaknya juga mendalami potensi keterlibatan jaringan IM, pelaku diduga tidak beraksi sendiri.

Di lokasi yang sama, Kapolres Majalengka AKBP Mada Roostanto mengimbau masyarakat agar tak mengucilkan keluarga terduga teroris, termasuk kepad EN, istri IM. Karena hasil penyelidikan pihaknya menyimpulkan EN tidak terlibat dalam tindakan suaminya, termasuk tidak mengetahui kegiatan suaminya latihan menembak di belakang rumahnya.

“Masyarakat sekitar juga jangan memberikan kesan negatif dan menghakimi terhadap keluarganya. Mereka tidak ada kaitanya dengan kegiatan tersangka. Kami juga mengimbau kepada yang lain untuk menghargai hak-hak dan privasi keluarganya yang saat ini saja sudah sangat terpukul akibat persitiwa ini,” kata Mada.

(yuz/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up