JawaPos Radar

Peta Persaingan Pilpres 2019

Sandiaga Diprediksi Berikan Kejutan, Kiai Ma'ruf Lemah di Pemilih Muda

20/08/2018, 20:29 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Pilpres 2019
KH Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno (Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Pasangan Joko Widodo-KH. Ma'ruf Amin diprediksi bakal menemui jalan mulus untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Jawa Timur. Hal ini tentu menjadi ancaman serius bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam. Menurutnya, Jokowi-Ma'ruf sangat diuntungkan dengan dukungan dari Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa. Sehingga secara otomatis coattail effect Pilgub Jatim didapatkan oleh Jokowi-Ma'ruf.

"Pertarungan darat elektabilitas Jokowi saya prediksi masih cukup kuat dan leading daripada Prabowo karena efek kemenangan Bu Khofifah dan coattail effect Pilgub Jatim. Bu KH (Khofifah,red) kan sudah terbuka memberi dukungan terhadap Jokowi," kata Surokim kepada JawaPos.com, Senin, (20/8).

Meski demikian, pasangan Jokowi-Ma'ruf bakal menemui jalan terjal dalam pertarungan opini di Jawa Timur. Hal ini tidak lepas dari sosok Sandiaga sebagai Cawapres dari Prabowo. Surokim menilai, sosok Sandiaga memiliki potensi untuk memberikan kejutan pada pemilih rasional dan milenial serta pemilih 'emak-emak'.

Apalagi, Peneliti Surabaya Survei Center (SSC) ini mengungkapkan, dari survei terakhir yang dilakukan, elektabikitas Jokowi sudah mentok pada angka 48 persen. Sedangkan elektabikitas Prabowo sebesar 35 persen. Angka tersebut diyakini bakal mengalami stagnan. Sehingga, faktor Cawapres begitu sangat menentukan kemenangan.

"Dari posisi ini Prabowo diuntungkan. Bagaimanapun faktor usia dan gap ekspektasi publik yang membuat suara Nahdliyin sulit bulat ke arah pak Kiai Ma'ruf Amin. Masih bisa direbut oleh Sandiaga yang identik sebagai pemimpin muda," terangnya.

Dekan FISIP UTM ini juga meyakini, sosok Ma'ruf Amin juga tidak akan maksimal untuk maraih dukungan warga NU. Sehingga, Jokowi-Ma'ruf harus bekerja lebih ekstra untuk mendapat dukungan warga NU kultural yang jauh lebih banyak dibanding struktural.

"Pak Kiai Ma'ruf Amin saya pikir akan meraih dukungan dari kalangan struktural NU dan NU idiologis, tetapi butuh usaha ekstra bahkan akan sulit meraih dukungan pemilih milenial. Tak salah jika dalam ceruk itu Jokowi akan head to head dengan Sandiaga," pungkasnya.

Sekadar diketahui, pada Pilpres 2014 lalu, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla berhasil menang tebal di Jawa Timur. Berdasarkan rekapitulasi penghitungan suara di tingkat KPU Jatim, pasangan Jokowi-JK menang dengan perolehan 53,17 persen atau 11.669.313. Sementara Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Rajasa hanya meraih 10.277.088 suara atau 46,83 persen.

(mkd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up