JawaPos Radar

Ramai Penyerangan Anggota Polres Cirebon, Polisi Lacak dan Buru Pelaku

20/08/2018, 16:18 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kasus Penyerangan
Direskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana memberikan keterangan terkait penyerangan anggota polisi, Senin (20/8). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kasus penganiayaan terhadap anggota Kepolisian Resor Cirebon Kota dilimpahkan ke Polda Jabar. Sejauh ini kepolisian masih melacak jejak pelaku dan melakukan penyelidikan pengungkapan penyerangan kepada anggota kepolisian Brigadir Angga.

Direskrimum Polda Jabar Kombes Umar Surya Fana membenarkan bila kejadian yang berlangsung pada Senin (20/8) sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tersebut adalah penganiyaan. Akan tetapi, pihak penyidik masih mendalami kasus kronologi, motif, dan alat bukti yang digunakan untuk menyerang korban.

"Siapa pelakunya, motifnya apa, menggunakan alat bukti apa, masih dalam penyidikan, saat ini masih dalam proses penyelidikan. Penyidik bertindak berdasarkan alat bukti yang ada," ujarnya saat berasa di Makopolres Cirebon Kota, Senin (20/8).

Terkait informasi beredar senjata api milik anggota polisi diambil pelaku, Umar belum berani menduga apakah senpi milik korban dibawa kabur atau tidak, masih didalami. "Apakah korban membawa senpi atau atau jatuh atau direbut pelaku, ini masih dalam penyelidikan," katanya.

Ia mengungkapkan, sejauh ini pihak kepolisian masih bekerja untuk pengungkapan kasus dan menunggu hasil penyelidikan. Umar mengatakan, kepolisian belum bisa memberikan komentar lebih dalam karena proses penyidikan masih berlangsung. "Karena ada informasi masih simpang-siur di luar. Kami menunggu hasil penyidikan," katanya.

Dikatakanya, sejauh ini tim sudah mendapat keterangan dari 4 hingga 5 orang saksi untuk pengungkapan kasus. Barang bukti yang dijadikan untuk pengungkapan kasus anggota kepolisian tersebut dilacak melalui tapak sepatu yang ditinggalkan pelaku, bercak darah baju korban, dan sejumlah alat bukti lainnya.

Akibat serangan dari pelaku orang tak dikenal, Brigadir Angga sempat dilarikan ke RS Sumber Kasih dan RS Gunung Jati. Guna mendapatkan perawatan intensif, korban pun dilarikan ke RS di Jakarta.

Polisi pun bisa memastikan apakah korban dianiaya dengan senjata tajam atau benda tumpul. Karena pihak dari tim dokter forensik belum memberikan hasil keterangan resmi terkait alat untuk melukai korban. "Akibat penganiayaan itu, korban terkena luka di bagian belakang kepala dan pergelangan tangan. Korban belum bisa dimintai keterangan," ujarnya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up