JawaPos Radar

Kurang Terobosan, DPRD Batam Dorong Developer Lebih Kreatif

20/08/2018, 18:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Kurang Terobosan, DPRD Batam Dorong Developer Lebih Kreatif
Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman (Boni Bani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Persoalan ekonomi yang tengah menerpa Indonesia diklaim tidak mengganggu situasi bisnis properti di Batam. Hal itu, diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Hendra Asman.

Hendra mengungkapkan, indikator yang membuatnya menyatakan bisnis properti di Batam tetap stabil yakni, karena pihak developer sampai saat ini masih masih membangun kawasan pemukiman baru.

"Kalau tidak ada yang beli, tidak mungkin terus ada perumahan baru. Mereka tidak sembarangan membangun," kata Hendra ketika ditemui di Gedung DPRD Kota Batam pada Senin (20/8).

Terkait dengan banyaknya ruko dan rumah di beberapa kawasan dalam keadaan kosong, Hendra mengatakan bahwa, kepemilikan ruko dan rumah tersebut kebanyakan sudah berada di pihak ketiga. Artinya pasar properti tetap berjalan.

Hendra justru melihat, persoalan sistem pemasaran yang menjadi penghalang pada bisnis properti di Batam. Kondisi di lapangan, lanjut Hendra, sangat jarang ditemui informasi terkait jual beli dan sewa bangunan atau perumahan.

Sehingga orang-orang yang memikiki maksud untuk itu juga tidak bisa segera mendapatkan tempat yang sesuai. Untuk itu, Hendra menyarankan agar developer memanfaatkan broker-broker resmi untuk menjadi perpanjangan tangan pihak-pihak yang memiliki keinginan untuk menjual atau menyewakan bangunan miliknya.

"Dengan broker resmi ini juga, pemilik bangunan tidak perlu lagi ada di tempat. Sehingga mempermudah transaksi. Cukup melalui broker," kata Hendra lagi.

Dengan sistem yang memperlancar arus transaksi ini, tentu akan berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam. Besar kemungkinan, terpakainya sejumlah bangunan tersebut juga berbanding lurus dengan kemungkinan meningkatnya PAD dari sektor peroperti ini.

Lebih lanjut Hendra mengatakan, jika ada sistem yang memang memungkinkan maka realisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Pemasaran (BPHTB) Kota Batam yang baru mencapai 42 persen dari target 380 miliar akan lebih baik lagi. Hadirnya broker resmi untuk memperluas sistem pemasaran dinilai menjadi solusi.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up