Kapal Kemanusiaan Lombok Pengangkut Bantuan Bersandar di Carik

20/08/2018, 07:19 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kapal Kemanusiaan Lombok (KKL) sebelum diberangkatkan dari Pelabuhan Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Distribusi bantuan belum menyentuh secara menyeluruh ke wilayah terdampak gempa di Lombok. Maka dari itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama TNI AL mengirimkan 850 ton bantuan logistik untuk korban gempa di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Senin (20/8) pagi ini rencananya KRI Banjarmasin yang disulap menjadi Kapal Kemanusiaan Lombok (KKL) akan bersandar di Pelabuhan Carik, Bayan, Lombok Utara.

"Pagi ini bantuan logistik kita serahkan ke gudang utama ACT di Kota Mataram," ujar Vice President ACT Ibnu Khajar yang ditemui JawaPos.com di Hotel Aston Inn, Kota Mataram, Senin (20/8).

Pengunjung Hotel Aston Inn di Kota Mataram, NTB berhamburan setalah diguncang gempa 6,9 SR pada Minggu (19/8). malam. (Ilham Safutra/JawaPos.com)

Menurut Ibnu, bantuan sudah banyak masuk ke Lombok. Hanya saja distribusinya terkendala akses jalan. Untuk itu, ACT membawa 850 ton bantuan logistik yang diangkut dengan Kapal Kemanusiaan Lombok (KKL). Semua bantuan itu merupakan donasi dari banyak pihak yang menyalurkan bantuannya lewat ACT.

Nantinya bantuan yang angkut dari Pelabuhan Kolinlamil Tanjung Priok, Jakarta itu didistribusikan ke posko utama ACT. Bantuan itu diantarkan oleh 66 truk yang ikut dibawa berlayar oleh KRI Banjarmasin sejak dari Jakarta.

Lantas truk itu langsung mengakses ke 94 posko wilayah ACT yang tersebar di Lombok. "Kami berharap bantuan ini bisa mengakses korban gempa yang belum menerima bantuan sejak gempa pertama," sambung Ibnu didampingi Kolonel (L) Purwanto dari TNI AL.

Untuk diketahui, KKL ACT berlayar dari Pelabuhan Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok, Jumat (17/8) siang. Di dalam kapal itu memuat bantuan itu terdiri atas sembako, selimut, pakaian layak pakai, mi instan, makanan kaleng siap saji, dan obat-obatan medis. Tidak ketinggalan kebutuhan lainnya bagi korban gempa, yakni tenda lapangan, Mobil pinntar yang berisikan buku-buku bacaan anak dan fasilitas Trauma Healing bagi warga Lombok, serta material lainnya.

Sebagaimana diketahui, Minggu (19/8) malam, Lombok kembali diguncang gempa dengan kekuatan 6,9 SR. Sebelumnya sempat dikatakan 7 SR, namun setelah dianalisis BMKG, kekuatan gempa menjadi 6,9 SR.

(iil/JPC)

Alur Cerita Berita

Mewujudkan Mitigasi lewat Tata Ruang 20/08/2018, 07:19 WIB
Gempa, Konstruksi, dan Edukasi 20/08/2018, 07:19 WIB
Unhas Kirim Tim Medis ke Lombok 20/08/2018, 07:19 WIB

Berita Terkait

Rekomendasi