JawaPos Radar

Kakek di Malang Meninggal Dunia Usai Belanja di Pasar

20/08/2018, 16:34 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Kakek di Malang Meninggal Dunia Usai Belanja di Pasar
Ilustrasi, seorang kakek tewas seccara tiba-tiba saat belanja di Malang (Dok JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Umur manusia memang tidak ada yang bisa menentukan. Masud Djamanhuri, 65, warga Kecamatan Blimbing, Kota Malang, ditemukan tak bernyawa usai belanja di Pasar Pakis, Senin (20/8).

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan JawaPos.com, sebelum dinyatakan meninggal dunia, korban sempat berbelanja di Pasar Pakis.

Saat berjalan di areal depan pasar, korban berhenti di depan ruko. Tiba-tiba saja, dia jatuh dan tak sadarkan diri.

Saat bersamaan, melintas dua orang saksi di depan tempat kejadian, Jalil, 56, seorang buruh di Pakis dan Firdaus Wahyu, 33, seorang petugas parkir di pasar itu.

Mendapati hal ini, kedua saksi lantas mengangkat tubuh korban. Kemudian, dibawa ke klinik Mardi Rahayu depan Pasar Pakis.

"Dibawa ke klinik, diperiksa dokter klinik, dr Yosep Triono. Namun, korban sudah dinyatakan dalam keadaan meninggal dunia," beber Kapolsek Pakis, AKP Hartono, kepada JawaPos.com.

Peristiwa ini selanjutnya dilaporkan oleh petugas Pasar Pakis kepada Polsek. Selain itu, juga diteruskan ke Puskesmas Pakis.

Hartono menjelaskan, sewaktu korban dilakukan pemeriksaan awal tidak diketemukan luka-luka di tubuhnya. Dugaan sementara karena korban mengalami stroke cepat, sehingga mengakibatkan gagal jantung. Akibatnya, meninggal dunia.

Berdasarkan keterangan keluarga, lanjut Hartono, korban memang mempunyai riwayat sakit jantung. Masud juga barusan keluar dari rumah sakit Lavalette Malang, Minggu (19/8). Jenazah korban kemudian dibawa ke RSSA Malang.

Awal ditemukan meninggal dunia, tidak didapatkan identitas yang melekat pada diri korban. Kemudian, ada seorang warga yang mengetahui identitas korban dan melaporkannya kepada Polsek Pakis.

"Keluarga dihubungi, kemudian datang juga ke kamar mayat. Namun keluarga menolak otopsi, karena menyadari riwayat penyakit korban. Sudah dinyatakan juga dengan surat bermaterai," tandas Hartono.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up