JawaPos Radar

Uang Hasil Korupsi dan Karhutla Rp 5,1 Miliar Disetor ke Negara

20/07/2018, 13:58 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Uang Hasil Korupsi dan Karhutla Rp 5,1 Miliar Disetor ke Negara
Ilustrasi (Dok JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kejari Bengkalis menyita uang hasil korupsi dan kebakaran hutan dan lahan. Jumlahnya cukup besar, yakni Rp 5,1 miliar. Hasil sitaan dari dua kasus itu kemudian diserahkan ke negara melalui kas daerah Kabupaten Bengkalis.

Kepala Kejari Bengkalis, Heru Winoto mengatakan, dua kasus yang telah mengakibatkan kerugian negara itu ialah dugaan korupsi dana hibah Bengkalis. Kemudian kasus kebakaran hutan dan lahan oleh PT Nasional Sago Prima.

"Jumlah uang itu diperoleh dari pengembalian kerugian negara atas kasus korupsi dan kejahatan lingkungan hidup," ujar Heru, Jumat (20/7).

Untuk dugaan korupsi dana hibah di tubuh Pemkab Bengkalis ini, Kejari berhasil menyita uang Rp 1.165.000.000. Uang ini disita dari terpidana Herliyan Saleh yang merupakan mantan Bupati Bengkalis 2010-2015.

Sedangkan, sisanya sebesar Rp 4 miliar disita dari Erwin, mantan General Manager (GM) PT National Sago Prima.

Dalam kasus ini, Herliyan Saleh dijatuhi hukuman kurungan penjara selama 9 tahun oleh Mahkamah Agung. Padahal sebelumnya, ia hanya divonis selama 3 tahun oleh Pengadilan Tinggi Pekanbaru.

Sedangkan pada tingkat pertama yaitu Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Pekanbaru, ia divonis 1 tahun 6 bulan, denda ‎Rp 200 juta subsidair 6 bulan penjara. Adapun tuntutan yang diajukan, yakni selama 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan penjara.

Sementara itu, Erwin dijerat atas kasus Kebakaran Hutan dan Lahan. Pada kasus pertama, sesuai putusan kasasi nomor 2303 K/Pid.Sus.LH/2015 tanggal 1 Agustus 2016, Erwin terbukti melanggar Pasal 103 jo Pasal 116 Ayat (1) huruf b dan Ayat (2) UU 32/2009. Disini Erwin harus membayar denda Rp 1 miliar.

Kasus Kedua, berdasarkan putusan kasasi nomor 2300 K/Pid.Sus.Lh/2015 tertanggal 24 Agustus 2016. Dimana Erwin terbukti melanggar Pasal 108 jo Pasal 69 Ayat (1) huruf h jo Pasal 116 Ayat (1) huruf b UU 32/2009. Erwin membayar denda Rp3 miliar.

"Jadi dari pidana lingkungan totalnya Rp 4 miliar. Sehingga total uang yang kita setorkan ke negara sebesar Rp 5,1 miliar," terang Heru.

Uang tersebut, lanjutnya, disetor langsung ke kas daerah melalui Sekretaris Daerah Bengkalis, Bustami HY. "Diterima Sekretaris Daerah untuk disetorkan ke kas daerah," tutupnya.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up