JawaPos Radar

Embung Mengering, Puluhan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

20/07/2018, 16:39 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Embung Mengering
ENGERING: Embung penampungan air untuk pengairan sawah di Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon mengering, Jumat (20/7). (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kemarau yang terjadi sejak tiga bulan terakhir, mengakibatkan salah satu embung terbesar di wilayah Barat Kabupaten Cirebon kering kerontang, Jumat (20/7).

Embung khusus yang dipergunakan untuk pengairan lahan pertanian tersebut, sama sekali tak lagi menyisakan air untuk kebutuhan ratusan hektar sawah padi di Desa Geyongan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Bahkan, di beberapa titik bagian dasar embung terlihat retak-retak akibat sudah lama tidak tergenangi air. Kondisi embung Geyongan kondisinya kering kerontang dan hanya menyisakan sedikit air tapi tak bisa mengalir.

Sejak tiga bulan terakhir, embung yang mampu menampung 90 ribu meter kubik tidak lagi terisi air akibat tidak adanya hujan dan kiriman air dari wilayah hulu Majalengka.

Pengelola Embung Geyongan, Dimas mengatakan, mengeringnya embung yang berfungsi untuk mengairi ratusan hektar sawah tersebut berdampak luas bagi masyarakat petani karena terancam gagal panen.

"Air mulai surut sejak tiga bulan terakhir. Dampaknya meluas. Petani kesulitan mendapat pasokan air. Bahkan, ada yang sampai gagal panen, katanya di lokasi, Jumat (20/7).

Dimas mengatakan, area persawahan padi yang seharusnya siap untuk dipanen, terpaksa harus menerima kenyataan gagal panen. Karena tidak ada persediaan air dari saluran irigasi untuk mengairi persawahan.

Meski kondisi embung mengalami kekeringan, pengelola embung Geyongan masih terus berusaha mempertahankan sawah padi agar tidak mati. Pengelola dan pemerintah desa setempat, membantu menyediakan pompa untuk mengambil air sejauh dua kilometer di saluran irigasi yang masih menyisakan air.

"Kami terus berupaya membantu cari air di saluran irigasi yang masih ada sisa air," ujarnya.
Dimas mengatakan, kekeringan di Kabupaten Cirebon semakin parah setelah tidak turunnya hujan selama tiga bulan terakhir. Bahkan, sumber-sumber sumur resapan banyak yang tidak mengeluarkan air.

"Bukan embung di Geyongan saja, beberapa sumur resapan pun sudah mulai mengalami kekeringan," katanya.

Sementara petani asal Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Soededi, 40, mengaku kesulitan mendapat air untuk mengairi sawahnya. Hal itu diperparah akibat ketersediaan air di embung Geyongan menyusut.

"Susah cari airnya. Lahannya juga sudah kering. Ya, bingung. Kalau begini terus bisa-bisa gagal panen," katanya.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up