JawaPos Radar

Akibat Ortu Kritis, Vincero Diberhentikan di Hari Pertama Sekolah

20/07/2017, 09:25 WIB | Editor: Ilham Safutra
Akibat Ortu Kritis, Vincero Diberhentikan di Hari Pertama Sekolah
Ilustrasi (Dery Ridwansyah/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Aparatur sipil negara (ASN) tidak sedikit bertelinga tipis. Ketika seorang pejabat di sekolah mengeluarkan sebuah kebijakan dan lantas dikritis, karena dianggap tak transparan, birokrat itu memilih bersikap tangan besi.

Fenomena ini dialami oleh Marwah, 30, ibunda Vincero, siswa SD 016 Pinang Samarinda. Wanita muda itu dengan berat hati menerima anaknya diberhentikan dari sekolah di hari pertama belajar. Padahal anaknkya itu merupakan siswa baru.

Diberhentikannya Vincero oleh pihak SD 016 Pinang Samarinda, buntut dari sikap kritis dari Marwah yang curhat di media sosial terkait pungutan pada saat pendafataran ulang siswa baru di SD tersebut. Ternyata curhatan ibu muda ini sampai ke kuping sang kepala sekolah tersebut. 

Akibat Ortu Kritis, Vincero Diberhentikan di Hari Pertama Sekolah
Ilustrasi (Rado/Radar Sampit/JawaPos.com)

Kejadian itu bermula dari hari perdana sekolah Vincero. Ketika itu orang tuanya cekcok kepala sekolah. Situasi itu berujung pengembalian uang yang disebut sebagai dana untuk membeli batik, lembar kegiatan siswa (LKS), baju olahraga, dan rompi sekolah.

Marwah, 30, ibunda Vincero, pun menceritakan kejadian tidak mengenakkan yang dialami anaknya itu di media sosial, lantas menjadi viral di kalangan warganet Samarinda.

"Dengan berat hati saya menerima kembali uang pendaftaran itu, yang artinya anakku diberhentikan dari SD 016," terang istri pedagang mainan keliling tersebut.

Sebelumnya, Marwah memang melapor ke Dispendik Samarinda terkait dengan uang pendaftaran Rp 815 ribu yang dianggap tidak transparan.

Marwah mengungkapkan, kala itu, ketika melakukan daftar ulang, dirinya tidak mendapat perincian penggunaan uang tersebut. Hanya selembar kuitansi.

Saat melaporkan hal itu ke dispendik, dia pun sempat bertemu dengan kepala sekolah. Dia baru tahu ketika datang di sekolah lagi untuk mengambil keperluan seragam sekolah.

Curhatan Marwah soal hari pertama sekolah anaknya pun sampai ke telinga Dispendik Samarinda. Kepala Dispendik Samarinda Akhmad Hidayat memanggil kepala SD 016 Sungai Pinang ke kantornya guna meluruskan kejadian tersebut.

(*/nyc/far/k8/c4/ami)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up