alexametrics

Banjir Mulai Surut, Warga Tanah Bumbu Periksakan Kesehatan

20 Juni 2019, 00:12:08 WIB

JawaPos.com – Setelah sepekan terendam, akhirnya banjir di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan mulai surut. Warga yang sempat berada di pengungsian kini mulai kembali ke rumah masing-masing.

Retno Sulisetiyani dari tim ACT Kalimantan Selatan menuturkan, sejak Senin (17/6) Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama dengan tim dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) berinisiatif mengadakan layanan kesehatan untuk memastikan kondisi dari kesehatan para warga yang sempat tinggal di pengungsian. Sebab, selama berada di pengungsian warga sempat khawatir dengan kondisi kesehatan.

Tercatat ada 54 warga mengikuti kegiatan tersebut. Umumnya warga yang memeriksakan diri dari kalangan lanjut usia (lansia). Adapun pelayanan kesehatan dilakukan di dua desa, yakninya Desa Sungai Rukam dan Desa Anjir Baru.

“Para lansia yang datan ke posko kesehatan memang mengeluhkan beberapa penyakit. Dari identifikasi kami, penyakit yang dialami warga yang terdampak banjir yakni hipertensi, gatal-gatal, sakit kepala, mual, dan jadi lebih sering merasa ingin buang air kecil,” ujar Retno Sulisetiyani, Rabu (19/6).

Tim medis ACT yang langsung menangani keluhan warga pun memberikan obat-obatan. Selama terjadi bencana, obat-obatan memang tersedia dari puskesmas tapi jumlahnya terbatas.

Sekretaris Desa Sungai Rukam Tanwirul Anwar mengapresiasi langkah ACT-MRI dalam membersamai mereka bahkan setelah bencana ini usai. “Terima kasih kepada ACT dan MRI untuk bantuannya kepada kami di Desa Sungai Rukam, terlebih untuk kerja sama tim dengan posyandu kami,” kata Tanwirul.

Meskipun masih ada 10 rumah yang terendam di desa tersebut, sudah ada warga yang kembali beraktivitas. Kondisi desa kini mulai relatif aman. Warga juga sudah tidak ada lagi yang tinggal di pengungsian.

Tanwirul menyebut, masih adanya 10 rumah yang terendam banjir karena tanggul di dekatnya agak rendah. “Dengan adanya tanggul jadi lebih aman ketika banjir. Tapi perlu lebih tinggi lagi tanggulnya. Karena sekarang ini rendah. Untuk ke depan, tanggul sebagai jalan poros perlu juga kita perkuat lagi, karena belum kokoh. Karenanya sekarang 10 keluarga masih terdampak,” jelas Tanwirul.

Dia menambahkan, ada 600 jiwa yang terdampak banjir di Desa Sungai Rukam. Semuanya mayoritas adalah petani. Ketika diterjang banjir, lahan pertanian mereka yang seluas 400 hektare itu ikut terendam. Akibatnya lahan yang sudah siap panen urung dinikmati hasilnya.

Editor : Ilham Safutra



Close Ads