alexametrics

Lapor via Online, Warga Banyuwangi Sudah Bisa Dikirimi Paket Sembako

20 Mei 2020, 22:27:11 WIB

JawaPos.com – Pemkab Banyuwangi bergerak secara digital untuk mendistribusikan paket sembako untuk warga terdampak virus korona jenis baru (Covid-19). Sistem pelaporan bantuan sosial (bansos) secara online yang dikembangkan mulai pertengahan Mei 2020 kini sudah siap digunakan. Warga yang berhak mendapatkan bantuan, bisa melaporkan diri sendiri atau orang lain untuk mendapatkan bantuan.

Pendistribusian bantuan sosial kepada warga yang melapor lewat online dilakukan di Desa Setail, Kecamatan Genteng, Rabu (20/5). Untuk tahap awal, bantuan dibetikan kepada 418 warga Kecamatan Genteng. Setelah itu, berlanjut besok ke kecamatan lain. ”Jadi, sekarang tim sibuk menyalurkan jaring pengaman resmi dari APBN, APBD Jatim, maupun APBD Banyuwangi, sekaligus menyiapkan bansos untuk pelapor online,” ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas lewat keterangan resminya.

Dia mengatakan, melalui sistem online tersebut, warga bisa melaporkan dirinya sendiri atau orang lain yang dinilai layak menerima namun belum mendapatkan bansos. Menurutnya, sistem sengaja dibuat agar warga lain bisa melaporkan yang lain. Sebab, tidak semua penerima bantuan sosial tersambung ke internet.

”Kalau warga lihat tetangga perlu dibantu, kok belum dapat bansos, tidak perlu menyalahkan kades, gubernur, menteri, presiden. Cukup sedekah waktu dan kuota internet. Enggak sampai 5 menit kok proses pelaporan online ini,” paparnya.

Lebih lanjut Anas menjelaskan, saat ini sudah 269.000 keluarga Banyuwangi terjangkau berbagai program sosial. Mulai dari PKH, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), Bantuan Pangan Provinsi Jatim, dan jaring pengaman Pemkab Banyuwangi. Meski demikian, sangat dimungkinkan ada warga terdampak yang belum menerima bantuan, mengingat dampak pandemi Covid-19 sangat dinamis dari hari ke hari.

”Sehingga warga yang belum masuk skema itu bisa lapor. Bisa milih, lapor konvensional ke kantor desa, kelurahan, kecamatan, bisa juga lapor online,” ujarnya.

Anas mengatakan, sejak dibuka pertengahan Mei, sudah ada 5.000 warga pelapor online. Verifikasi dilakukan berbasis nomor induk kependudukan (NIK). NIK disilangkan dengan basis data sistem ”Smart Kampung” yang terkoneksi ke desa untuk mengetahui apakah pelapor sudah menerima bantuan atau belum. Jika belum, maka diverifikasi di lapangan.

Menurut Anas, proses verifikasi itu berjalan cepat. ”Namun untuk distribusi sembakonya tentu tidak satu per satu orang. Dibikin per tahap per kecamatan biar efektif. Misal ada warga melapor 7 hari lalu, waktu terima sembakonya bisa jadi sama dengan warga yang melapor 3 hari lalu, karena dalam satu tahap,” ujarnya.

Camat Genteng Firman Sanyoto menjelaskan, sampai hari ini, tercatat 1.000 warga Genteng melapor secara online. Setelah diverifikasi, yang layak mendapatkan bantuan 418 warga pada tahap pertama. Data terus berkembang karena pelaporan terus dibuka. Untuk proses verifikasi, dilakukan langsung pihak desa. Kecamatan mengoordinasi verifikasi setiap hari oleh operator desa.

”Verifikasi tidak lama, kami diwanti-wanti Pemkab Banyuwangi agar prosesnya paling lama satu minggu dari warga memasukkan laporan harus tereksekusi. Sembako akan dikirimkan rutin per bulan, sembari melihat perkembangan,” terang Firman.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar



Close Ads