JawaPos Radar

Efek Dahsyat Hujan Es, Membuat Bandung Porak Poranda

20/04/2017, 10:41 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Efek Dahsyat Hujan Es, Membuat Bandung Porak Poranda
Hujan es disertai angin kencang menerjang Kota Bandung, kemarin siang. (Riana Setiawan/Radar Bandung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Kejadian luar biasa terjadi di  Kota Bandung. Hujan es disertai angin kencang menerjang Kota Bandung, kemarin siang. Akibatnya, ada 63 pohon tumbang. Dari sekian banyak yang tumbang, delapan diantaranya menimpa mobil dan empat menimpa rumah.

Selain itu, hujan deras disertai angin kencang pun mengakibatkan robohnya beberapa papan iklan raksasa. Salah satunya di kawasan flyover pelangi. Papan iklan berukuran 6x4 meter tersembut menimpa jalan layang yang melintang diantara jalan Ibrahim Aji dan Jalan Jakarta, kota Bandung.

Tidak hanya di Jalan Jakarta saja, papan rekalame pun roboh di Jalan Jendral Gatot Soebroto. Disana, papan tersebut menimpa satu buah mobil Corola Altis hitam nopol D 1888 GW itu berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB.

Melihat fenomena hujan deras disertai angin kencang itu,Prakirawan BMKG Kota Bandung Neneng Sugianto menjelaskan sebab terjadinya hujan tersebut karena proses kondensasi yang terlalu dingin. Sehingga air yang menguap berubah bentuk menjadi butiran es.

"Hujan es terjadi akibat kondensasi yang terlalu dingin. Hingga mencapai titik freezing (beku, red) dengan suhu -44 derajat celcius. Jadi pas turun ke bawah berupa butiran es," kata Neneng Rabu (19/4).

Neneng mengatakan hujan yang mengguyur kota Bandung kurang lebih satu jam itu hampir terjadi merata. Pihaknya memprediksi hujan disertai angin kencang masih akan terjadi dalam beberapa hari kedepan. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat sedang melakukan aktivitas di luar rumah.

"Kalau hujan, dua tiga hari kedepan diprediksi hujan ringan hingga sedang dan angin kecang masih akan terjadi," ujarnya. Menyikapi bencana hujan es disertai angin kencang di Kota Bandung mendapat tanggapan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung.

Mereka langsung mengerahkan lebih dari 14 tim untuk mengatasi gangguan akibat pohon-pohon yang diterjang hujan lebat di Kota Bandung. Tim tersebut dibantu oleh Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana, Satuan Polisi Pamong Praja, serta aparatur kewilayahan yang terjun langsung ke titik-titik gangguan.

Kepala DPKP3 Kota Bandung, Arif Prasetya, mengungkapkan ada 63 titik gangguan di seluruh Kota Bandung. Gangguan tersebut berupa pohon yang patah dahan maupun tumbang. Menurut laporan, ada delapan kendaraan dan empat rumah yang tertimpa pohon tumbang. Laporan tersebut ia terima melalui Twitter, Whatsapp, dan telepon. “Cuacanya ekstrem sekali, anginnya kencang dan ada hujan es,” ungkap Arif saat dihubungi melalui telepon.

Saat ini, seluruh titik sudah mendapatkan penanganan. Lalu lintas yang sempat terganggu sudah berangsur-angsur lancar. “Kita secepatnya melakukan penanganan, apalagi ini kan jam pulang kantor,” katanya.

Jauh sebelum kejadian, DPKP3 Kota Bandung telah melakukan pengawasan terhadap pohon-pohon yang rawan terjadi gangguan, terutama di daerah Bandung lama yang usia pohonnya sudah terbilang tua. Wilayah-wilayah yang menjadi perhatian antara lain di kawasan Cihampelas, Cipaganti, Jalan Sumatera, Jalan Sunda, dan lain-lain.

“Kawasan-kawasan tersebut sudah diawasi secara ketat. Alhamdulillah di sana tidak terjadi gangguan apa-apa. Malah beberapa waktu lalu kami akan melakukan pemotongan dahan di kawasan Jalan. Ir. H. Juanda untuk perawatan. Namun karena ada penolakan dari komunitas lingkungan, kami tunda. Sekarang dahan itu malah patah,” ujar Arif.

Selain itu, pihaknya bersama dengan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana juga menangani dua titik reklame yang tumbang. Titik reklame yang tumbang berada di Jalan Gatot Subroto (depan TSM) dan seberang Overpass Antapani. “Yang di Antapani nyender ke fly over. Yang di depan TSM rubuh ke jalan,” imbuhnya.

Sementara itu, keketiran juga dirasakan warga Bandung saat menikmati makan siang di daerah Dipatiukur, tepatnya di Jalan Hasanudin yang merupakan kawasan yang dipenuhi oleh pedagang makanan.

Para konsumen yang semula menikmati makanan, tanpa dikomando langsung berdiri. Ada yang menutup telinganya, mengabadikan momen melalui kamera ponsel, dan ada pula yang mendendangkan salawat.

Saking derasnya hujan, tak kurang dari lima menit, ruas jalan ditutupi luapan air dari drainase. Tak sedikit warung makan yang dibangun semi permanen itu pun terkena limpasan air.

Motor yang terparkir di sekitar lokasi banyak yang terendam dan terseret aliran air. Tak banyak yang bisa dilakukan saat itu. Yang ada hanya raut wajah panik dan ketakutan dari orang-orang yang berada di lokasi. Khawatir pohon tua dengan ukuran besar yang berada di sekitar warung tiba-tiba tumbang.

Ketakukan itu bukan tanpa alasan. Sebabnya, sepuluh menit hujan turun, sejumlah pohon yang terletak hanya puluhan meter dari warung-warung tersebut bertumbangan. "Saya khawatir pohon yang ada disini juga tumbang. Kejadian ini baru pertama kali. Sebelumnya ga separah ini," ujar Angga (20) salah seorang pekerja warung rumah makan, kemarin. Kepanikan mereda saat hujan intensitas hujan mereda, hingga akhirnya berhenti sekitar pukul 15.00 WIB.

Sementara itu, dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun, hujan es disertai angin kencang terjadi di hampir seluruh kawasan Kota Bandung. Adapun pohon tumbang tercatat terjadi kawasan di Jalan Antapani, Jalan Ir. H. Djuanda, Jalan Siliwangi, Jalan Diponegor dan Dipatiukur.

Tak sampai disitu, beberapa titik lain di Kota Bandung juga mengalami dahan patah dan pohon tumbang antara lain Jalan Lodaya, Jalan Badaksinga, Jalan Malabar, Jalan Supratman, Jalan Lodaya, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Ciateul, Jalan Tubagus Ismail, dan Jalan Diponegoro.

Demikian juga di Perempatan Binong - Jl. Ters. Gatsu (reklame roboh),  Jl. Padjajaran depan Koni (pohon tumbang), Pasar ancol Regol (pohon tumbang), Jl. Dago depan Bank Bisnis (pohon tumbang), Jl. Cisangkuy Kel. Citarum (pohon tumbang),  Jl. Soelarno Hatta depan Kantor KPU (pohon tumbang) dan  Bawah Flyover Antapani (reklame roboh). (bbb/pra/yuz/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up