alexametrics

Biaya Pengobatan Korban Penembakan Brutal Ditanggung Polisi

20 April 2017, 13:35:55 WIB

JawaPos.com – Terkaparnya penumpang mobil Honda City Hitam BG 1488 ON pasca mendapat penembakan brutal dari oknum Polres Lubuk Linggau, Brigadir K, Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Agung Budi Maryoto menyatakan pihaknya siap menanggung biaya mereka. Tidak hanya itu, pihaknya juga telah memerintahkan jajaran Polres Lubuk Linggau untuk menenangkan keluarga korban.

Irjen Agung Budi mengatakan, selaku pimpinan diriinya tidak akan lepas tanggung jawab. Semua biaya pengobatan terhadap korban yang terluka, maupun yang meninggal dunia menjadi tanggung jawab Polda Sumsel.

“Saya perintahkan Bid Dokkes Polda Sumsel untuk mengurusnya. Kapolres Lubuklinggau juga sudah saya perintahkan menemui keluarga korban meninggal dunia di Bengkulu. Kapolres sudah bertemu langsung dengan suami korban,” ujar Agung seperti dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (20/4).

Agung sendiri mengaku juga sudah menjenguk salah satu korban, Indrayani di RS Muhammad Hoesin Palembang. “Kondisinya sudah sadar. Namun, sepertinya akan dioperasi dan dirawat intensif,” lanjutnya. “Selaku Kapolda, saya prihatin dan turun berduka atas kejadian ini. Terutama atas meninggalnya ibu Surini,” tegasnya.

Kata Agung, insiden ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh personel Polda Sumsel dan jajaran. Ke depan pihaknya akan melakukan tes psikologi terhadap personel polri.

Dari penembakan tersebut, ada  6 dari 8 penumpang yang menjadi korban. Masing-masing  Dewi Erlina (40), warga Rejang Lebong, tertembak bahu kiri atas, Novianti (30), warga Lubuklinggau Timur I, tertembak pundak kanan. Genta (2), anak Novianti, tertembak kepala samping kiri.

Kemudian, Surini (54), warga Rejang Lebong (ibunda Dewi Erlina), meninggal dunia setelah mengalami tiga tembakan di dada. Lalu, Indrayani (33), warga Rejang Lebong, tertembak leher depan (kritis) dan dirujuk ke RSMH Palembang. Serta Diki (30), sopir, warga Rejang Lebong, tertembak di perut kiri. Sedangkan 2 penumpang lainnya, Sumarjono (S) dan Galih luput dari tembakan.

“Dari pemeriksaan terhadap 2 penumpang tersebut, saksi S mengatakan pada polisi bahwa dirinya sempat menyuruh Diki (sopir, red), untuk berhenti dari saat razia. Tapi, sopirnya tidak mau dan terus melajukan mobilnya,” tukasnya.

Alumnus Akpol 1987 itu menegaskan akan tetap mengupayakan Sumsel makin kondusif. Terutama dari kejahatan 3 C. Lebih-lebih  menjelang puasa, dan Asian Games XVIII-2018. “Sejak digelar operasi Cipta Kondisi pada awal April lalu, kejahatan 3 C menurun drastis. Pelaku makin banyak yang tertangkap, bahkan ada yang sampai kena penegakan hukum tegas dan terukur,” pungkasnya. (vis/iil/JPG)

Editor : Ilham Safutra



Close Ads
Biaya Pengobatan Korban Penembakan Brutal Ditanggung Polisi