alexametrics

Nama Ketua DPW PAN Jateng Muncul di Sidang Suap Taufik Kurniawan

Disebut Sebagai Perantara Transaksi
20 Maret 2019, 19:25:57 WIB

JawaPos.com – Nama Ketua DPW PAN Jateng Wahyu Kristianto muncul dalam sidang dakwaan kasus suap yang melibatkan Taufik Kurniawan. Mantan Ketua DPRD Banjarnegara itu disebut-sebut sebagai perantara transaksi antara terdakwa dan eks Bupati Purbalingga, Tasdi.

Sebelumnya, Taufik Kurniawan diseret ke meja hijau karena terlibat kasus dugaan suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kebumen dan Purbalingga. Total uang yang ia terima mencapai Rp 4,8 miliar.

Untuk kasus di Purbalingga, Taufik menawarkan ke Tasdi pengurusan DAK Kabupaten Purbalingga pada anggaran perubahan TA 2017 yang dibahas di DPR RI. Ia menawarkan tambahan antara Rp 50-100 miliar. “Dengan syarat memberikan komitmen fee sebesar 5 persen kepada terdakwa melalui Wahyu Kristianto,” ujar Jaksa KPK Eva Yustisiana saat membacakan dakwaan di Tipikor, Semarang, Rabu (20/3).

Taufik Kurniawan
Nama Ketua DPW PAN Jateng Wahyu Kristianto muncul dalam sidang dakwaan kasus suap yang melibatkan Taufik Kurniawan. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Syarat itu pun disepakati oleh Tasdi dan Taufik pun mengupayakan penambahan pada DAK Purbalingga Rp 40 miliar. “Untuk memenuhi uang pengurusan DAK tersebut, atas perintah Tasdi, Wahyu Kontardi selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Purbalingga dan Setiyadi selaku Kepala Dinas PU Purbalingga melakukan pertemuan dengan Wahyu Kristianto di Pringgitan Pendopo Kabupaten Purbalingga. Pada pertemuan itu disepakati untuk menurunkan tambahan DAK Purbalingga akan disiapkan komitmen fee 5 persen dari anggaran untuk terdakwa,” beber Eva.

Selepasnya, dari pihak Tasdi menyepakati peran Kepala Badan Keungangan Kabupaten Purbalingga, Samsurijal Hadi alias Hadi Gajut sebagai pemberi uang kepada terdakwa melalui Wahyu Kristianto. Kala itu disetujui total fee untuk terdakwa sebesar Rp 1,2 miliar, dan terkumpul melalui urunan rekanan pengusaha.

Pertemuan antara kedua belah pihak pun akhirnya dilakukan Agustus 2017 lalu di kediaman Wahyu Kristianto di Jalan Mandiraja Wetan, Mandiraja, Banjarnegara. Uang dari Tasdi, diserahkan. “Selanjutnya, Wahyu Kristianto menemui terdakwa di Hotel Asrilia Bandung dan menyerahkan uang Rp 1,2 miliar,” tuturnya.

“Lalu terdakwa memerintahkan uang sejumlah Rp 600 juta diserahkan kepada Haris Fikri (anggota PAN). Dan sisanya untuk Wahyu Kristianto. Atas perintah terdakwa tersebut, Wahyu Kristianto menyerahkan uang sejumlah Rp 600 juta kepada Haris Fikri di Hotel Trans Studio Bandung. Lalu Haris Fikri menyerahkan uang tersebut kepada terdakwa,” sebutnya.

Dijumpai usai sidang, Eva pun membeberkan status Wahyu Kristianto. “Masih saksi,” katanya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro

Copy Editor :

Nama Ketua DPW PAN Jateng Muncul di Sidang Suap Taufik Kurniawan