alexametrics

Ketika Tim SAR Menemukan 13 Jenazah di Lokasi Banjir Sentani

Sampai Kemarin Renggut 97 Korban Jiwa
20 Maret 2019, 14:30:05 WIB

JawaPos.com – Banjir bandang di Jayapura memang sudah surut. Meski begitu, korban jiwa akibat bencana tersebut makin banyak. Sampai kemarin sudah 97 orang kehilangan nyawa. Sedangkan puluhan orang lainnya masih dinyatakan hilang.

Kapolres Jayapura AKBP Victor Dean Mackbon menyatakan bahwa dari jumlah tersebut, sebanyak 81 orang telah diketahui identitasnya.

“Sebanyak 38 di antaranya sudah diserahkan kepada keluarga,” ujarnya kepada Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group).

Victor mengatakan bahwa puluhan orang lainnya saat ini masih dicari. Untuk itu, tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari dan tidak tertutup kemungkinan diperpanjang. Dia menambahkan, para korban banjir bandang sudah diungsikan ke beberapa titik. Mereka masih membutuhkan barang-barang seperti selimut, pakaian, dan makan-minum untuk kebutuhan sehari-hari.

Di samping itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, 1.613 personel tim gabungan dari 23 instansi dan lembaga masih melakukan penanganan darurat bencana banjir bandang. “Jumlah korban terus bertambah mengingat luasnya wilayah yang terdampak bencana,” kata Kapusdatin dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Tim SAR gabungan pada Senin (18/3) berhasil menemukan 13 jenazah yang tersebar di Kampung Sereh Tua di Danau Sentani, di BTN Nauli, BTN Citra Buana, dan Kampung Hobong. Korban hilang sesuai laporan dari keluarga dan masyarakat sebanyak 74 orang. Para korban berasal dari beberapa titik, yakni Kampung Milinik, BTN Gajah Mada, kompleks Perumahan Inauli, Kampung Bambar, dan BTN Bintang Timur.

Sementara itu, 159 orang menderita luka-luka dengan perincian 84 orang luka berat dan 75 orang luka ringan. Jumlah pengungsi juga terus bertambah. Banyak orang yang memilih tinggal di pengungsian karena trauma dan takut akan adanya banjir bandang susulan. Beberapa titik pengungsian juga telah berjubel oleh pengungsi. Tercatat, ada 6.831 orang pengungsi yang tersebar di 15 titik pengungsian.

Sutopo menjelaskan, dapur umum, pos pelayanan kesehatan, dan posko sudah didirikan di beberapa lokasi. Namun, masih diperlukan beberapa kebutuhan mendesak seperti MCK, air bersih, makanan, matras, selimut, pakaian layak, genset, peralatan dapur, dan psikososial.

Kepala BNPB Doni Monardo memimpin langsung rapat koordinasi sekaligus evaluasi penanganan bencana banjir bandang Sentani di Jayapura. Didampingi kepala Basarnas dan wakil gubernur Papua, kepala BNPB menyampaikan langsung evaluasi tinjauan lapangannya hari ini. Doni menuturkan, hal yang terpenting saat ini ialah mengelola pengungsi dan tak boleh sampai ada yang mengeluh. “Kami akan memenuhi antara lain air bersih, MCK, selimut, dan matras,” ucapnya.

Logistik, makanan, dan bantuan-bantuan lainnya akan terus ditambah dari bantuan berbagai pihak. Unsur relawan serta personel TNI dan Polri akan disiagakan di setiap titik pengungsian. “Anak-anak yang paling penting. Jangan sampai ada yang sakit di pengungsian,” tambahnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (tau/c9/git)

Copy Editor :

Ketika Tim SAR Menemukan 13 Jenazah di Lokasi Banjir Sentani