alexametrics

Jaksa Ungkap Penolakan Pemindahan Penahanan Taufik Kurniawan

Diduga Hendak Pengaruhi Saksi
20 Maret 2019, 18:05:04 WIB

JawaPos.com – Tim Kuasa Hukum Terdakwa dugaan kasus suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kebumen dan Purbalingga, Taufik Kurniawan mengajukan pemindahan penahanan kliennya dari tahanan Mapolda Jateng ke Kedungpane. Namun, permintaan itu ditolak karena suatu alasan.

Deni Bakrie, salah satu anggota dari tim kuasa hukum terdakwa menyebutkan, alasan pihaknya meminta kliennya dipindah adalah karena alasan kesehatan Taufik itu sendiri. Hal yang dirinya sampaikan di penghujung sidang dakwaan Taufik di Pengadilan Tipikor Semarang itu, ia perjelas lagi seusai jalannya sidang.

“Kesehatan bapak (Taufik) semakin hari semakin menurun. Sehingga kami mengajukan permohonan, karena di lapas itu kan ada dokter yang siaga. Sedangkan di Polda harus ke RS Bhayangkara,” katanya, Rabu (20/3).

Taufik Kurniawan
Selain diduga menerima suap dari Yahya Fuad, Taufik dalam dakwaannya disebut juga memperoleh duit dari eks Bupati Purbalingga, Tasdi, untuk kepentingan yang tak jauh beda. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Kendati demikian, ia tak merinci penyakit apa yang diidap oleh kliennya itu. “Ada beberapa penyakit yang butuh penanganan secara intensif,” sambungnya.

Menanggapi hal itu, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Eva Yustisiana mengaku keberatan. Alasannya, pihaknya menduga adanya informasi mengenai upaya pengubahan keterangan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) pada salah satu saksi yang saat ini menempati sel Kedungpane.

“Salah satu saksi mengatakan, ada suruhan dari terdakwa meminta agar saksi tersebut mengubah keterangannya dalam BAP,” kata Eva.

Ditambahkan Eva, KPK tidak ingin agar terdakwa bertemu dengan saksi yang akan diperiksa dalam sidang nantinya. Sehingga pihaknya ngotot agar Taufik tetap ditempatkan di tahanan Mapolda Jateng. “Ada sekitar lima sampai tujuh saksi yang ada di sana (Lapas Kedungpane) tapi yang mengaku didatangi satu orang,” imbuh dia.

Mengenai alasan kesehatan terdakwa, Eva menjelaskan pihaknya merasa lokasi tahanan Polda Jateng cukup dekat dengan rumah sakit di Kota Semarang. Selain RS Bhayangkara, masih ada RS Telogorejo.

Sementara, Hakim Ketua Antonius Widijantono, dalam persidangan mengatakan masih akan mempertimbangkan permintaan tim kuasa hukum terdakwa. Menyusul adanya keberatan dari tim Jaksa KPK.

Seperti diberirakan sebelumnya, Taufik Kurniawan diseret ke meja hijau karena diduga terlibat kasus suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kebumen. Selain itu, saat pembacaan dakwaan, ternayata ada dugaan lain yang menyebutkan ia juga terlibat dalam suap pengurusan DAK Kabupaten Purbalingga. Ia didakwa menerima total uang Rp 4,8 miliar.

Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 12 huruf a UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001, juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro

Copy Editor :

Jaksa Ungkap Penolakan Pemindahan Penahanan Taufik Kurniawan