alexametrics

Cerita Widodo Sebelum Putri Mungilnya Hilang Ditelan Longsor

20 Maret 2019, 12:50:18 WIB

JawaPos.com – Lalu-lalang warga di Dusun Kedung Buweng, RT 2, Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) tampak sibuk pada Selasa (19/3). Wajar saja, pasalnya dusun tersebut merupakan tempat proses evakuasi 2 orang yang masih tertimbun akibat longsor pada Minggu (17/3) malam.

Masyarakat di sana lebih banyak membantu di luar area longsor. Sementara di titik evakuasi dikonsentrasikan oleh petugas gabungan yang mencari korban yang masih tertimbun.

Salah seorang warga yang tampak sibuk adalah Widodo Mulyo. Pria berumur 50 tahun dengan tinggi sekitar 175 sentimeter itu tampak sering menerima panggilan telepon dari handphone-nya. Bukannya panggilan bisnis, atau berkaitan dengan usaha. Melainkan, ia menerima ucapan belasungkawa dari rekan maupun kerabatnya. Sesekali ia diminta untuk menemui petugas maupun stakeholder yang datang ke lokasi longsor.

Dodo, panggilan akrab dari pria itu tampak tegar wajahnya. Senyumnya juga diberikan kepada mereka yang mencoba menyapanya. Meski sang putri yang bernama Rufi Kusuma Putri, 9, masih belum ditemukan oleh petugas.

Rufi merupakan putri pertamanya dari 2 bersaudara. Rufi tinggal di rumah yang ada di Dusun Kedung Buweng sejak 3 tahun terakhir bersama dirinya dan pembantunya. “Setelah pisah dengan istri saya, Rufi tinggal bersama saya. Sedangkan putri saya yang kedua tinggal di daerah Kecamatan Bantul,” katanya, Selasa (19/3).

Dodo tak mampu menahan tangisnya, ketika mengenang putrinya itu. Rufi yang kini kelas 3 di SD Pudung telah hafal bacaan salat. “Anak saya itu sudah bisa Ngaji (baca Alquran), belajar sama saya di rumah,” katanya, sambil terisak.

Dodo juga masih sangat ingat ketika Rufi tumbuh selama usia balita. Putrinya sangat jarang sakit dan penurut. “Sampai umur 3 tahun itu baru 2 kali periksa ke dokter,” katanya.

Hari-hari terakhir Rufi bersama dirinya, masih belum lepas dari pikirannya. Beberapa Minggu lalu Rufi sempat bertengkar dengan adiknya. Biasanya setelah bertengkar keduanya langsung saling memaafkan, namun saat itu tidak dilakukan (saling maaf).

Rufi juga diketahui beberapa hari terakhir sering terlihat melamun. Dodo pun sempat menanyakan kepada anak pertamanya itu apakah sedang kangen ibunya atau tidak. “Kamu kangen ibumu? Katanya tidak. Sering melamun, kalau melihat saya itu seperti susah,” ucapnya.

Minggu (17/3) pagi sekitar pukul 05.30 WIB, Rufi yang masih terlelap tidur di kamarnya sempat dilihatnya. Sebelum ia berangkat kerja mengantarkan ibu-ibu berwisata ke daerah Tawangmangu, Karanganyar. “Belum sempat ngobrol, Rufi masih tidur,” kata pria yang berprofesi sebagai sopir travel ini.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Minggu (17/3) saat masih di perjalanan ia mendapat kabar ada longsor dari rekannya. Kemudian pukul 21.30 WIB, Dodo sampai di rumah dan langsung melakukan pengecekan. “Rumah sudah gelap,” ucapnya.

Ia pun mencoba tetap kuat. Senin (18/3) pagi, petugas gabungan dan relawan mulai melakukan pencarian Rufi yang dikabarkan masih terpendam longsor bersama dengan pembantunya, Eko Supatmi, 50.

Dodo hanya berharap akan ada keajaiban, meski Selasa (19/3) petugas gabungan masih belum berhasil menemukannya. “Kalau firasat, saya 2 bulan lalu mimpi BAB (Buang Air Besar). Saya langsung nangis, itu tanda kehilangan bagi saya,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Dwi Daryanto mengatakan, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) proses pencarian hanya 3 hari saja. Namun bisa diperpanjang sesuai situasi termasuk adanya permintaan dari warga. “Bisa diperpanjang menyesuaikan situasi,” ucapnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat

Copy Editor :

Cerita Widodo Sebelum Putri Mungilnya Hilang Ditelan Longsor