alexametrics

Anies Sebut Pengembangan Transprotasi Butuh Rp 571 Triliun

20 Maret 2019, 09:21:56 WIB

JawaPos.com – Penerapan Rencana Induk Transportasi ternyata membutuhkan anggaran yang tak sedikit. Karena dalam penerapannya nanti tak hanya terkait transportasi saja, tetapi juga aspek lainnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, anggaran yang dibutuhkan tidak main-main yaitu hingga Rp 571 triliun. Selain anggaran yang besar penerapannya pun memakan waktu yang lama, yakni mencapai 10 tahun.

“Pembangunan sistem transportasi juga air bersih, itu akan dikebut selama 10 tahun. Proposal Jakarta telah disetujui bahwa kami membutuhkan Rp 571 triliun. Nanti akan dicarikan pendanaannya,” jelasnya di Jakarta, Selasa (19/3).

Anies menjabarkan bahwa moda transportasi yang akan diresmikan akhir bulan ini seperti MRT dan LRT Jakarta membutuhkan perluasan jangkauan. Sehingga, dana yang dikeluarkan pastinya akan membengkak.

“Misal MRT baru 13 kilometer, harus dijadikan 231 kilometer. (Moda lain) Nggak ada yang bubar, semuanya diintegrasikan,” jelasnya.

Bahkan, Anies merencanakan penambahan Transit Oriented Development (TOD) di beberapa stasiun. Rencana itu akan memakan biaya hingga Rp 771 triliun. Sebab, pembangunan akan melibatkan antar moda seperti PT KCI, LRT Jakarta, MRT Jakarta dan Transjakarta.

“Jakarta memang jadi mayoritas, dan nanti pembangunan akan dilakukan melalui BUMD. Supaya tidak terbatas wilayah, kalau BUMD mau bangun di Bogor bisa, Depok bisa tidak tekendala oleh wilayah dan itu yang nanti akan dibuat,” pungkasnya.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Reyn Gloria

Copy Editor :

Anies Sebut Pengembangan Transprotasi Butuh Rp 571 Triliun