alexametrics

Senator Aceh Surati Pengelola Tanah Wakaf Aceh di Makkah

20 Maret 2018, 17:35:47 WIB

JawaPos.com – Polemik rencana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Republik Indonesia untuk mengelola tanah wakaf Aceh terus berlanjut. Terbaru, anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma menyurati Nazhir Baitul Asyi di Arab Saudi, terkait pengelolaan lahan yang dihibahkan Habib Bugak.

Sudirman mengatakan, surat yang dikirim itu ditujukan kepada Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw selaku pengelola tanah wakaf Aceh di Makkah, Arab Saudi. Menurutnya, langkah ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong penolakan rencana investasi BPKH RI terhadap tanah wakaf Aceh.

“Sejak awal saya secara pribadi tidak sependapat dengan pengelolaan tanah wakaf Aceh di Arab oleh BPKH. Intinya kita menginginkan yang terbaik bagi pengelolaan tanah wakaf tersebut,” kata Sudirman melalui keterangan tertulisnya diterima JawaPos.com di Banda Aceh, Selasa (20/3).

Menurut Sudirman, pengelolaan tanah wakaf Aceh di Makkah selama ini sudah sangat baik dilakukan Nazhir Baitul Asyi. Sehingga tidak perlu dialihakan pengelolaannya. Dalam surat itu, ia juga menjelaskan rencana BPKH RI telah menimbulkan penolakan masyarakat Aceh.

“Rencana investasi BPKH telah menimbulkan reaksi sikap penolakan dari masyarakat Aceh. Bahkan hingga saat ini terus menjadi polemik di tengah masyarakat,” katanya.

Selain menyampaikan kegelisahan masyarakat Aceh kepada Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw, ia juga menyampaikan apresiasi kerena sudah mampu mengelola tanah wakaf Aceh di Mekkah dengan baik. Dia juga senantiasa mendukung kebijakan yang diterapkan Nadhir Waqaf Al Asyi.

“Mendukung sepenuhnya konsistensi pengelolaan wakaf oleh Nadhir Waqaf Al Asyi, sebagaimana akad wakaf dari Bughak yang secara jelas memberikan manfaat kepada jamaah haji dan penziarah dari Aceh,” imbuh senator Aceh yang duduk di Komite II DPD RI ini.

Di sisi lain, Haji Uma juga meminta pertimbangan kepada Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw agar menolak rencana dan tujuan investasi BPKH terhadap tanah wakaf Aceh di Makkah.

Surat bernomor 40/20.2/B-03/III/2018 dikirimkan Haji Uma pada Selasa (13/3) lalu. Surat berbahasa Inggris itu ditujukan kepada Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw, sebagai Pimpinan Wakaf Aceh di Makkah, beralamat Elah Al Masyaer Hotel, 6571 Ajyad Street Mecca 24231, Saudi Arabia.

Berikut isi surat yang dikirim oleh Haji Uma kepada Pimpinan Nadzit Tanah Wakaf Aceh di Mekkah, Arab Saudi

No: 40/20.2/B-03/III/2018

Jakarta, March 13, 2018

Dear,
Sheikh Abdul Lathief Muhammad Baltouw
Head of the Aceh Waqf
Mecca, Saudi Arabia

Best wishes to you as the head of the Aceh Waqf.

In connection with the plan of the Haj Financial Management Agency (BPKH) of the Republic of Indonesia which plans to invest in the location of the land of Aceh Waqf Habib Bugha’ in Mecca of Saudi Arabia on behalf of one of a member of Regional Representative Council (Senator) of the republic of Indonesia elected from Aceh I would like to express my opinion and suggestion about the investment plan of the BPKH that has emerged reaction and rejection attitude from the people of Aceh, even to this day continue to be a polemic in the society.

In responding to the reaction of the people of Aceh currently related to the above matters, I appreciate all best efforts that done and still being done by you in managing the Aceh Waqf in Mecca. I also support fully that you and Nadhir Waqf Al Asyiy will consistently manage the Waqf as has been messaged by the letter of Waqf of Habib Bugha’ that clearly always give the benefits directly to the pilgrims of Aceh.

I also urge you to consider the objection and rejection of the plan of BPKH of the Republic of Indonesia to invest in the land of Aceh Waqf in Mecca.

Your support to maintain the Waqf of Aceh in Mecca and other places in Saudi Arabia will be highly appreciated.

Yours sincerely,
Regional Representative Council (DPD) of the Republic of Indonesia

H. SUDIRMAN

Editor : Budi Warsito

Reporter : (mal/JPC)

Senator Aceh Surati Pengelola Tanah Wakaf Aceh di Makkah