alexametrics
Polemik SMAN 1 Semarang

Kasus Anin Afif Memanas, Belasan Pengacara Turun Gunung Bela Kepsek

20 Maret 2018, 21:41:35 WIB

JawaPos.com – Tak kurang dari delapan personel Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah diturunkan sebagai kuasa hukum mengawal Kepala Sekolah SMAN 1 Semarang yang digugat ke PTUN oleh orangtua Anin, siswa salah satu sekolah favorit di Kota Lumpia yang dikeluarkan beberapa waktu lalu.

Kasi Penkum Kejati Jateng Sugeng Riyadi, mengatakan, selain kedelapan anggotanya tadi, masih ada tambahan sembilan orang lainnya dari Biro Hukum Setda Jateng yang ikut turun sebagai kuasa hukum kepala sekolah SMAN 1 Semarang. Total ada 17 penasehat hukum.

“Bahwa benar, karena yang tergugat adalah instansi pemprov. Pemprov punya MoU dengan kita mengenai bantuan hukum,” ungkap Sugeng, saat ditemui di kantornya, Semarang, Selasa (20/3).

Demo Kepsek
Puluhan siswa melakukan aksi unjuk rasa di depan SMAN 1 Semarang, Jumat (2/3). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

Dikatakannya, bantuan hukum itu menjadi kegiatannya mengingat pihaknya merupakan pengacara negara yang harus membantu tindakan hukum mencakup BUMN, BUMD maupun gugatan perdata lainnya. Sugeng menuturkan, dalam hal ini pihaknya juga telah menerima pelaporan dari Biro Hukum Setda Jateng mengenai tergugatnya kepala sekolah SMAN 1 Semarang.

“Kita bergerak berdasarkan surat kuasa. Kita kolaborasi dengan Biro Hukum Setda. Ketua timnya Pak Asnawi,” jelasnya.

Menurutnya, dengan total 17 kuasa hukum tadi, Sugeng menuturkan jumlah tersebut tidak dirasa berlebihan. Pasalnya, tak semua maju dalam persidangan. “Tidak seluruhnya (hadir di persidangan). Sidang pertama kemarin saja hanya tiga yang datang. Ada yang tugasnya mengurus dokumen dan segala macam,” imbuhnya lagi.

Sidang pertama sendiri telah digelar Senin (19/3) kemarin dengan agenda pembacaan pembuktian surat gugatan. Untuk sidang berikutnya yakni pada Kamis (22/3), jelas Sugeng, akan menghadirkan keterangan saksi-saksi atas kasus dikeluarkannya dua siswa dari SMAN 1 Semarang.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini bermula dari dikeluarkannya dua siswa kelas XII SMAN 1 Semarang menjelang UN, dimana Anin adalah salah satunya. Hal itu dilakukan pihak sekolah dengan alasan keduanya melakukan kekerasaan pada saat kegiatan latihan dasar kepemimpinan (LDK) November lalu. 

Gugatan kepada pihak Kepala Sekolah SMAN 1 Semarang pun kemudian didaftarkan ke PTUN, Rabu (7/3) lalu usai somasi untuk mencabut keputusan mengeluarkan Anin dari tempatnya belajar sebelumnya tidak diindahkan.

Dijelaskan dalam keterangan resmi pihak kuasa hukum orang tua Anin, somasi dilayangkan lantaran keputusan pengeluaran Anin dari sekolahnya tidak sesuai prosedur. Selain itu juga dinilai telah melanggar pasal tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.

Sementara dalam keterangan resmi pihak kuasa hukum penggugat yang diterima JawaPos.com, Selasa (20/3), dituliskan bahwa mereka merasa heran lantaran pihak SMAN 1 Semarang sampai-sampai mengerahkan tim kuasa hukum termasuk merangkul Kejati dan Setda Provinsi Jateng berjumlah 17 orang, hanya untuk melawan seorang pencari keadilan bernama Suwondo yang tak lain orang tua Anin

“Ada apa ini? Karena biasanya kalau gubernur kita gugat saja yang turun cukup dari biro hukum setda provinsinya saja,” ucap Sukarman salah satu kuasa hukum pihak penggugat.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (gul/JPC)



Close Ads
Kasus Anin Afif Memanas, Belasan Pengacara Turun Gunung Bela Kepsek