alexametrics

Polda Sumut Terus Dalami Soal Video Viral Saat Penggeledahan PT ALAM

20 Februari 2019, 22:05:14 WIB

JawaPos.com – Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan terkait video yang diambil seorang perempuan saat penggeledahan kasus alih fungsi lahan yang membuat Musa Idishah adik Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah alias Dodi menjadi tersangka.

Dalam video yang viral itu, seorang perempuan menyebut penggeledahan yang dilakukan karena pihak keluarga Dodi tidak mau mendukung pasangan Calon Presiden nomor urut 01.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja menjelaskan, penyidik masih melakukan pendalaman kasus itu. “Masih dalam penyelidikan,” ungkap Tatan, Rabu (20/2).

Penyidik, lanjut Tatan, tidak sembarangan menetapkan seseorang menjadi tersangka. Mereka harus melewati serangkaian proses. Pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin dalam melakukan penyelidikan.

“Untuk menentukan seseorang sebagai terlapor tidak sembarangan. Karena sekarang era terbuka. Kemudian di polisi kita juga ada pengawas. Mulai dari Wassidik, Propam,” jelasnya.

Sempat beredar kabar, jika pelaku perekam video itu sudah berada di luar negeri. Ditanyai soal itu, Tatan tak memberi jawaban pasti.

“Kabar dari media seperti itu, (keluar negeri),” pungkasnya.

Sebelumnya, sebuah video menjadi viral usai penggeledahan Kantor PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM) dan rumah Musa Idishah (Dodi) pada Rabu (30/1). Video itu menggambarkan suasana di dalam ruangan yang berisi mobil-mobil mewah.

Video diambil menggunakan kamera telepon pintar. Diduga, video itu rekam oleh seorang perempuan. Perempuan di balik kamera terlihat marah-marah. Bahkan dia menuding kedatangan polisi hanya karena berbeda pilihan calon presiden.

“Saya viralkan ini pak, pasti. Alasannya apa kemari? Alasannya apa, gak jelas yah,” ujar perempuan dalam video.

Petugas Brimob dan Provost dari Polda Sumut yang ada dalam video sempat kebingungan karena ditanyai begitu. Sang petugas sempat berbicara, namun ucapannya tidak terdengar. Perempuan itu, lantas melanjutkan ocehannya.

“Kami diwajibkan pilih kosong satu kami hak mau. Inilah makanya kalian datang kan. Penghianat,” ujarnya.

Video berdurasi 17 detik itu kemudian beredar. Mulai dari media sosial hingga grup-grup percakapan komunitas.

Editor : Budi Warsito

Reporter : prayugo utomo



Close Ads
Polda Sumut Terus Dalami Soal Video Viral Saat Penggeledahan PT ALAM