Ribuan Dosis Vaksin Covid-19 di Sumsel Terbuang

19 Desember 2021, 05:31:18 WIB

JawaPos.com–Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan membenarkan ada ribuan dosis vaksin Covid-19 yang terbuang. Yakni masing-masing sebanyak 1.064 dosis vaksin Moderna dan 3.276 dosis vaksin Pfizer.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang Lesty Nurainy mengatakan, terbuangnya ribuan dosis vaksin tersebut karena telah rusak dan tidak bisa dipakai. ”Dibuang karena tidak bisa digunakan lagi atau rusak,” kata Lesty Nurainy seperti dilansir dari Antara di Palembang.

Menurut dia, rusaknya ribuan dosis tersebut terjadi bukan karena kandungannya, melainkan rusak karena vaksin tersebut sudah dibuka petugas kesehatan, namun tidak segera disuntikkan. Hal tersebut sering terjadi, misal dalam sebuah skema vaksinasi diagendakan ada 10 orang peserta, petugas kesehatan bakal menyiapkan 10 dosis vaksin sesuai kebutuhan tersebut.

Tapi dari 10 orang peserta vaksinasi itu hanya delapan orang yang memenuhi jadwal yang diagendakan. Oleh sebab itu, dua dosis yang tersisa tadi menjadi rusak dan terbuang karena sudah dibuka dari segel pervialnya.

”Persertanya kebanyakan adalah lansia yang kerap tidak mencapai target yang disiapkan,” terang Lesty Nurainy.

Dia mengungkapkan, jumlah dosis vaksin yang terbuang itu merupakan akumulasi dari tujuh kabupaten/kota untuk vaksin Moderna dan empat untuk vaksin Pfizer. Vaksin Moderna yang terbuang di Kabupaten OKI ada 70 dosis, Musi Rawas 14 dosis, Musi Banyuasin 420 dosis, OKU Selatan 210 dosis, Empat Lawang 168 dosis, Kota Palembang 112 dosis, dan Pagaralam 70 dosis. Total 1.064 dosis terbuang per Jumat (17/12).

Sedangkan pada hari yang sama tercatat untuk vaksin Pfizer yang terbuang di Kabupaten OKU ada 300 dosis, OKI 518 dosis, Musi Banyuasin 1.524 dosis, dan Kota Palembang 780 dosis. Kendati demikian secara umum jumlah konsumsi untuk masing-masing vaksin tersebut sudah mencapai 171.122 dosis atau 76,5 persen untuk Moderna dan Pfizer 686.730 dosis atau 45,3 persen.

”Stok terakhir yang tersedia di gudang penyimpanan kami, masih ada dan aman sekitar 54.084 untuk Moderna dan 491.670 untuk Pfizer. Untuk memenuhi kebutuhan beberapa waktu ke depan,” papar Lesty Nurainy.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara



Close Ads