JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kejam, Begini Kata Pemilik ke Satpam Saat Digigit Anjing Pitbull

19 Desember 2018, 01:30:59 WIB
Kejam, Begini Kata Pemilik ke Satpam Saat Digigit Anjing Pitbull
Ilustrasi. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Rasa trauma masih dialami Suherman, satpam yang diserang dan digigit anjing berjenis pitbull di Kompleks Rajawali, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Akibat tindakan Ho Andry si pemilik anjing, Suherman melaporkan kejadian itu ke Polres Metro Jakarta Pusat.

Herman, panggilan akrab Suherman, menderita luka gigitan di 21 titik tubuhnya. Bahkan, dia sampai dirawat di rumah sakit akibat serangan anjing pitbull. Setidaknya ada selama 5 sampai 10 menit dia diserang.

Meski sudah sempat minta tolong, tapi Ho Andry terkesan membiarkan sebelum Herman minta maaf.

"Dibiarin saya digigit-gigit, ada kali 10 menit. Terus dia bilang, 'Minta maaf dulu. Baru gue tolong', kata dia begitu. Sambil digigit-gigit, akhirnya saya minta maaf dan dia (Andry) baru nolong," ujar Herman di Markas Polres Metro Jakarta Pusat, Selasa (18/12).

Meski sudah memberikan pertolongan, tapi Herman merasa Andry tidak benar-benar menolongnya. "Bukannya megang anjingnya, dia malah nindih saya. Jadi kuping saya digigit-gigit," katanya.

Diduga, kata dia, Andry memang sengaja memerintahkan anjingnya untuk menyerang. Hal itu karena Andry tak terima ditegur Herman.

"Saya bilang, 'Bos, tolong itu (anjingnya) diikat. Banyak yang olahraga di sini'. Kata yang punya, 'terserah gue dong, anjing punya gue. Pertama ngitarin saya dulu. Terus karena Andry mendorong saya, jadi saya balik dorong. Habis saya dorong, anjingnya nerkam saya," ujar dia lagi.

Diduga Tak Terima Ditegur

Kejadian bermula, ketika pemilik anjing pitbull ditegur oleh Herman. Pemilik itu ditegur karena jalan-jalan dengan membawa anjing tapi tidak diikat. Herman khawatir anjing akan mengganggu warga lain yang sedang olahraga di sana.

Adu argumen antara keduanya terjadi. Tiba-tiba saja anjing itu bereaksi. Anjing itu menyerang Herman. Pemilik anjing sempat menarik tubuh hewan peliharaannya tersebut, tetapi anjing tetap menyerang Herman.

Akhirnya Herman bisa diselamatkan usai anjing itu kembali tenang. Akibat kejadian ini, Herman mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Anjing berjenis pitbull yang menyerang Herman memang dikenal ganas di kompleks tersebut. Anjing milik Ho Andry itu ternyata kerap berkelahi dengan binatang peliharan milik warga lain di sana.

Bahkan, salah satu anjing peliharaan milik orang lain sempat dibuat mati oleh anjing milik Andry.

"Anjing itu memang sering berantem sama binatang lain, termasuk anjing dan kucing. Itu gara-gara kalau jalan-jalan enggak diikat. Pemilik yang anjingnya mati sampai ngadu ke Animal Defender. Memang sering berantem," kata Herman.

Maka dari itulah, lanjutnya, Herman menegur Andry ketika melihat anjing ganas itu jalan-jalan tanpa diikat. Warga yang sering mengeluh takut akan keganasan anjing itu.

"Saya sama satpam lain sering dapat komplain. Minta tolong dikasih tahu ke pemilik anjing itu biar diikat. Sudah sering dibilangin tapi enggak mau denger," pungkasnya.

Editor           : Bintang Pradewo
Reporter      : (ce1/wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini