alexametrics

Dampak Sinkhole Raya Gubeng, Karyawan BNI ‘Mengungsi’

19 Desember 2018, 13:52:06 WIB

JawaPos.com – Sinkhole Surabaya yang berada di Jalan Raya Gubeng otomatis membuat denyut perekonomian terhenti. Salah satunya adalah Bank BNI yang berada persis di depan sinkhole tersebut. Para karyawan terpaksa “mengungsi” ke tempat yang lebih aman untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Pemimpin Jaringan Layanan BNI Kantor Wilayah Surabaya Anak Agung Gede Putra menerangkan, kantor di Raya Gubeng itu menyediakan tiga unit layanan. Yakni Unit Sentra Kredit Kecil, Cabang Pembantu (capem) Urip Sumoharjo, dan ATM RC. “Operasi perbankan BNI Capem Urip Sumoharjo di sini (Jalan Raya Gubeng) praktis kami tutup. Kami pindahkan ke cabang-cabang terdekat,” terangnya.

Para nasabah yang terdaftar di BNI Capem Urip Sumoharjo masih tetap akan bisa dilayani di tempat lain. Gede Putra menambahkan, untuk adminsitrasi Capem Urip Sumoharjo akan dikembalikan ke Cabang Induk Surabaya. “Untuk Unit Sentra Kredit Kecil kami pindah ke Graha Pangeran lantai 11 dan ATM RC ke lantai 9 (Graha Pangeran, Red),” tambahnya.

Dampak Sinkhole Raya Gubeng, Karyawan BNI ‘Mengungsi’
Para pegawai Bank BNI Cabang Pembantu Urip Sumoharjo yang terletak di Jalan Raya Gubeng memindahkan peralatan kantor ke tempat yang lebih aman. (Dida Tenola/ JawaPos.com)

Pantauan JawaPos.com, mulai pagi hari karyawan BNI memang tampak sibuk memindahkan barang-barang. Dokumen-dokumen terlihat sudah dimasukkan ke dalam kardus berbalut kantong plastik warna hitam. Berapa orang juga tampak memindahkan perangkat komputer ke dalam mobil boks.

Sejak tadi malam, pihak BNI sudah memadamkan aliran listrik. “Uang dari dalam mesin ATM juga sudah kami pindah tadi pagi. Jadi ini tinggal dokumen dan peralatan kerja saja,” lanjutnya.

BNI juga sudah melapor ke Otoritas Jasa Keungan perihal penutupan kantor di Raya Gubeng itu. Ke depan, mereka juga akan memikirkan soal asuransi kerusakan gedung. “Ada unit khusus yang nanti akan mengevaluasi soal klaim asuransi. Unit dari Jakarta juga sudah melihat langsung kerusakannya seperti apa,” tutur Gede Putra.

Pria asal Bali itu sendiri tidak begitu mengetahui secara persis kerusakan gedung. Dia tidak tahu apakah ada keretakan di temnok atau tidak. “Yang jelas kalau dilogika saja, posisi kami paling dekat (dengan sinkhole). Gedung pasti tidak aman untuk ditempati,” sebutnya.

Kendati para karyawan sudah mengungsi, BNI tetap menempatkan sekuriti tambahan. “Kami tambahkan satuan pengamanan untuk amankan area ini,” pungkas Gede Putra. 

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (did/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Dampak Sinkhole Raya Gubeng, Karyawan BNI 'Mengungsi'