alexametrics

Ahli Geoteknik Sepakat Sinkhole di Surabaya Disebabkan Proyek Basement

19 Desember 2018, 18:40:31 WIB

JawaPos.com – Wakil Wali Kota Surabaya Wisnu Sakti Buana telah membuat kesimpulan awal bahwa sinkhole Raya Gubeng diduga disebabkan erosi tanah akibat proyek basement Rumah Sakit Siloam. Hal itu pun juga diamini oleh ahli Geoteknik Surabaya Wahyu P. Kuswanda.

Wahyu sengaja ingin mendekat ke lokasi sinkhole, Rabu (19/8). “Saya di sini sebagai profesional ahli Geoteknik bersertifikat. Jadi saya ingin tahu saja setelah melihat foto-foto yang tersebar di media sosial,” ujar Wahyu saat bertemu dengan JawaPos.com di Jalan Raya Gubeng sisi Selatan, di dekat BNI.

Ditanya soal penyebab amblesnya jalan, Wahyu setuju dengan analisis yang disampaikan Wawali Surabaya Wisnu Sakti Buana. “Kalau Pak Wisnu kan bilangnya pondasi letter U. Saya menyebutnya sebagai metode pelaksanaan pekerjaan galian dalam,” sebutnya.

Ahli Geoteknik Surabaya, Wahyu P. Kuswanda
Ahli Geoteknik Surabaya, Wahyu P. Kuswanda (Dida Tenola/JawaPos.com)

Pria yang juga menjadi dosen tamu di ITS ini memaparkan, kegagalan itu terletak pada jumlah dinding yang mengelilingi proyek basement. Seharusnya, galian memiliki empat sisi dinding. Namun sepengamatan Wahyu, hanya ada tiga dinding yang terlihat. “Saya tidak tahu dinding itu tidak terpasang atau tertutup longsor (amblesan tanah). Yang terlihat di foto itu cuma ada tiga,” paparnya.

Terkait dengan kemananan gedung-gedung di sekitar sinkhole, Wahyu menyarankan agar petugas memantau pergerakan tanah dengan instrumen-instrumen geoteknik. Secara teoretis, bangunan yang aman adalah yang berjarak dua kali kedalaman sisi tepi galian. Kedalaman itu harus bisa dihitung secara riil, bukan sekadar perkiraan. “Misalnya sudah ketemu angkanya, kalau gali 20 meter, radius amannya 40 meter,” terangnya.

Yang terpenting adalah memastikan amblesnya tanah tidak terulang di sisi lain. Oleh sebab itu, harus dipasang instrumen untuk mendeteksi gerakan tanah. Instrumennya bisa dengan inklinometer. Dengan alat itu, gerakan lateral 1 mm pun bisa diketahui.

Soal rehabilitasi Jalan Raya Gubeng, Wahyu tidak bisa memprediksi berapa lama jalan tersebut bisa kembali normal. “Pastikan dulu kondisi gedung di sekitar ini tanahnya sudah stabil atau tidak. Kalau sudah baru bisa rekonstruksi,” sebutnya.

Wahyu juga menyarankan agar sinkhole bisa ditutup dengan semacam terpal raksasa. Pasalnya tidak bisa diprediksi kapan hujan akan turun. “Nanti kalau hujan deras, air masuk. Tanah bisa berubah lagi. Makanya saat proyek itu dikerjakan (sebelum jalan ambles), pengelola menutupnya pakai terpal. Itu sebenarnya untuk mencegah air masuk,” urainya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (did/ce1/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Ahli Geoteknik Sepakat Sinkhole di Surabaya Disebabkan Proyek Basement