JawaPos Radar

Ini Keluhan Jokowi Soal Hutan

19/12/2017, 18:43 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Hutan
Presiden Joko Widodo saat menghadiri acara puncak Dies Natalis UGM ke-68, Selasa (19/12). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan kondisi hutan di Indonesia. Negara banyak memiliki lahan subur. Namun, keberadaannya belum bisa memakmurkan rakyat.

"Di Kementerian Kehutanan sudah berpuluh-puluh triliun (rupiah) anggarannya. Tunjukkan hutan yang jadi, nggak ada. Kita memiliki lahan yang sangat subur dimana-mana. Terlalu banyak lahan yang kita terlantarkan dan tidak kita urus," kata Jokowi saat berpidato di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Selasa (19/12).

Program-program penanaman bibit pohon pun gencar dilakukan. Tapi faktanya sampai sekarang, Indonesia belum mempunyai hutan yang bisa memberikan income kepada rakyat. Padahal dengan sumber daya yang ada, Jokowi yakin hal itu bisa dilakukan. "Kenapa kita tidak bisa memiliki hutan Mahoni satu atau dua juta hektare. Kita ini bisa. Tapi tidak mau mengerjakan," tandas Jokowi.

Presiden lantas menceritakan pertemuannya dengan Raja Norwegia sekitar 1,5 tahun silam. Meski memiliki Sumber Daya Alam (SDA) berubah gas maupun minyak, tapi Norwegia justru mengembangkan hutan.

"Hanya dari itu (pengembangan hutan) incomenya sangat tinggi. Padahal di sana ada keterbatasan lahan. Saya melihat dari hulu sampai hilir dikerjakan sangat detail sekali, yang kita tidak kerjakan. Mulai dari penanaman, pemeliharaan, penebangan. Semuanya dikerjakan dengan manjemen yang sangat detail," ungkap Jokowi.

Hanya 1 hutan yang dijadikannya percontohan. Adalah Wanagama di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Hutan seluas 112 hektare itu dikelola UGM. Meski lahannya tandus, pengembangan hutan di kawasan tersebut sudah jadi.

"Urusan ini akan saya kejar terus. Harus jadi barang, karena triliun (anggarannya). Pohon hidup harus jadi hutan. Harus bisa memakmurkan rakyat," tegas Jokowi.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up